![]() |
| FOTO: ilustrasi |
Dan tibalah saatnya melewati malam pertama.
Kedua pengantin baru itupun masuk ke rumah mereka. Sang istri
menghidangkan makan malam untuk suami, dan keduanya pun berkumpul
bersama di meja makan.
Tiba-tiba keduanya mendengar suara pintu
yang diketuk. Sang suami merasa terganggu dengan itu dan dengan marah
ia berkata: "Siapa itu yang datang disaat seperti ini?!"
Sang istri segera berdiri untuk membuka pintu. Di balik pintu ia berdiri dan bertanya: "Siapakah gerangan di balik pintu?"
Sebuah suara dari balik pintu pun menjawab: "Seorang peminta-minta mohon diberi sedikit makanan?"
Sang istri itu kembali menemui suaminya. Sang suami segera saja bertanya: "Siapakah yang di pintu itu?"
"Hanya seorang peminta-minta yang meminta sedikit makanan...," jawab istri.
Mendengar itu, sang suami tiba-tiba sangat marah. "Apakah orang ini
yang mengganggu waktu istirahat kita dan di malam pertama pernikahan
kita??!!"
Laki-laki itu segera saja keluar, dan tanpa basa-basi
ia memukul tukang minta-minta itu tanpa ampun. Lalu setelah itu, ia
mengusir laki-laki malang itu dengan penuh penghinaan.
Pria
peminta-minta itupun keluar meninggalkan pekarangan rumah mereka, dan ia
masih dalam rasa laparnya yang sangat dalam ditambah luka-luka yang
memenuhi sekujur tubuhnya. Dan bukan hanya sekujur tubuhnya, namun juga
seluruh kehormatannya...
Lalu pria pengantin baru itu kembali
menemui istrinya. Namun perasaannya sudah sangat tidak enak akibat
kejadian yang tiba-tiba saja membuyarkan kenikmatan bermesraan berdua
bersama istrinya...
Dan tiba-tiba saja, laki-laki ini berubah
seperti orang yang kesetanan. Dunia tiba-tiba menjadi sempit dalam
perasaannya. Ia keluar dari rumahnya sambil berteriak-teriak seperti
orang gila. Ia pergi begitu saja meninggalkan istrinya yang bingung dan
ketakutan menyaksikan pemandangan mengerikan yang dialami suaminya, yang
tiba-tiba saja meninggalkannya di malam pertama, bulan madunya. Tapi
itulah kehendak Allah...
LIMA BELAS TAHUN KEMUDIAN...
Wanita itu sungguh luar biasa. Selama itu ia bertahan dan bersabar.
Selama 15 tahun itu, ia tak lagi tahu kemana suaminya pergi dan
menghilang. Yah, sejak peristiwa yang sangat menakutkan di malam pertama
pernikahan mereka...
15 tahun ia rasa telah cukup.Ia sudah
kehilangan harapan. Maka ketika seorang pria datang untuk melamarnya, ia
pun menerima lamaran itu. Dan terjadilah kembali sebuah pernikahan
dalam hidupnya.
Dan di malam pertama pernikahan mereka, kedua
insan yang baru saja terikat dalam ikatan cinta pernikahan itupun duduk
bersama di depan meja makan untuk makan malam...
Baru saja
mereka akan menikmati hidangan malam itu, tiba-tiba mereka mendengar
suara pintu diketuk oleh seseorang. Sang suami pun mengatakan kepada
wanita itu: "Istriku, pergilah dan coba lihat siapakah gerangan yang
mengetuk pintu rumah kita?"
Wanita itu pun berdiri dan mendekati pintu. Dari balik pintu ia bertanya: "Siapakah gerangan di balik pintu itu?"
"Seorang peminta-minta, Nyonya. Saya kelaparan, saya minta sedikit saja
makanan Nyonya," jawab seorang pria dengan suara yang sangat lemah.
Wanita itupun kembali menemui suaminya. Dan ketika suaminya menanyakan
siapa yang di balik pintu itu, ia pun menjelaskan bahwa ada seorang
peminta-minta yang kelaparan dan meminta sedikit makanan.
Dengan tersenyum, sang suami mengangkat hidangan yang ada di meja dan
mengatakan kepada istrinya: "Baiklah, bawakan untuknya semua makanan
ini, dan biarkanlah ia makan sampai ia merasa kenyang. Jika ada yang
tersisa, barulah kita akan memakannya, istriku..."
Wanita
itupun segera menjalankan apa yang diperintah oleh suaminya. Ia pun
membawakan makanan itu kepada pria peminta-minta itu...
Namun tiba-tiba saja, wanita itu kembali dengan tangisan yang tersedu-sedu...
Sang suami bertanya penuh keheranan: "Ada apa denganmu istriku? Mengapa
engkau menangis? Apa yang telah terjadi? Apakah peminta-minta itu
mengganggumu?"
Dengan air mata yang terus bercucuran wanita itu menjawab: "Tidak, suamiku..."
"Apakah ia mencacimu?"
Wanita itu menjawab: "Tidak, suamiku..."
"Apakah ia menyakitimu?" tanya suaminya sekali lagi.
"Sama sekali tidak, wahai suamiku," jawabnya tetap sama.
"Lalu mengapa engkau menangis, istriku?" tanya sang suami semakin heran.
Wanita itu pun mulai menjelaskan sebab tangisannya itu:
"Pria peminta-minta yang duduk dan sedang menikmati makanan di depan
pintu rumahmu itu adalah pria yang 15 tahun yang lalu pernah menjadi
suamiku. Waktu itu, dimalam pertama pernikahanku, seorang peminta-minta
datang mengetuk-ngetuk pintu rumah kami. Lalu suamiku keluar menemui dan
memukul pria malang itu dengan sangat menyakitkan. Tidak hanya itu, ia
kemudian mengusirnya pergi. Setelah itu ia kembali menemuiku di dalam
rumah, namun tiba-tiba saja ia seperti kemasukan setan atau jin.
Tiba-tiba saja ia keluar seperti orang gila dan pergi tanpa ia tahu
kemana ia harus pergi. Dan sejak saat itu, aku tak pernah melihatnya
hingga hari ini, dan ternyata dia telah menjadi seorang
peminta-minta..."
Dan tiba-tiba saja, sekarang giliran sang
suami yang menangis sejadi-jadinya. Kini wanita itu yang penuh
keheranan: "Mengapa engkau menangis, suamiku?"
"Apakah engkau kenal dengan siapa pria peminta-minta yang dipukuli oleh suamimu pada malam itu?" tanya pria itu pada istrinya.
"Siapakah dia, suamiku?"
"Akulah pria peminta-minta itu...," jawab sang suami.
Subhanallah, benar-benar Maha Suci Allah, Tuhan Yang Maha Perkasa dan
Maha Kuasa untuk memberikan balasan yang setimpal. Yang telah
membalaskan dendam hamba-Nya yang fakir dan miskin, yang datang dengan
kepala tertunduk malu meminta-minta kepada orang lain, sementara rasa
lapar memenuhi rongga-rongga tubuhnya. Lalu penderitaan itu ditambah
lagi oleh 'suami pertama' wanita itu dengan pukulan dan penghinaan...
Tapi Allah tidak akan pernah meridhai sebuah kezhaliman. Ia pun
menurunkan balasan-Nya kepada siapa saja yang merendahkan dan menzhalimi
seorang insan. Ia akan memberikan ganjaran kepada setiap hamba yang
bersabar. Maka dunia pun berputar. Kepada hamba yang miskin itu, Allah
karuniakan rizki yang berlimpah. Sementara pria yang zhalim itu dibalas
dengan kehilangan akal sehat dan harta bendanya, hingga sekarang justru
ia yang meminta-minta kepada orang lain.
Dan Maha Suci Allah,
Tuhan Yang Maha Pemurah, yang kemudian mengaruniakan sang wanita
shalihah yang bersabar melewati ujian Allah selama 15 tahun. Allah
memberikannya pengganti yang jauh lebih baik dari suaminya yang dulu...
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Cukuplah seorang itu
dinilai jahat jika dia merendahkan saudaranya sesama muslim” (HR Muslim
dari Abu Hurairah)
عَنْ وَاثِلَةَ بْنِ الأَسْقَعِ قَالَ قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لاَ تُظْهِرِ الشَّمَاتَةَ
لأَخِيكَ فَيَرْحَمُهُ اللَّهُ وَيَبْتَلِيكَ ».
Dari Watsilah
bin al Asqa’, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Janganlah engkau menampakkan rasa gembira saat saudaramu sesama muslim
menderita kesusahan. Hal itu menjadi sebab Allah menyayanginya dan
menimpakan cobaan pada dirimu” (HR Tirmidzi no 2506. Hadits ini dinilai
hasan gharib oleh Tirmidzi namun dinilai lemah oleh al Albani).
Abdullah bin Mas’ud mengatakan, ‘Bencana itu terjadi gara-gara ucapan
lisan. Andai aku mengolok-olok seekor anjing tentu aku khawatir kalau
aku diubah menjadi seekor anjing’ (Hasyiyah ash Showi ‘ala Tafsir al
Jalalain 4/143, terbitan Dar al Fikr).
Ada salah seorang salaf
yang mengatakan, ‘Jika aku melihat seorang yang menetek pada anak
kambing lalu aku mentertawakannya tentu aku merasa khawatir andai aku
melakukan apa yang dia lakukan’.
*****
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ..
Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...


Tidak ada komentar