Random Posts
Diberdayakan oleh Blogger.
Labels
Followers
Total Tayangan Halaman
Blog Archive
-
▼
2013
(92)
-
►
April
(64)
- Keutamaan Sholat di Masjidil Haram
- Tiga Generasi Terbaik Umat Manusia
- AMBIL IBRAH/PELAJARAN DARI DIALOG DI BAWAH INI
- Keutamaan Menyambung Silaturahmi
- Singa pun Mendengarkan Bacaan al-Quran Dengan Khusyu
- RATAPAN SANG PEMERKOSA MAYAT
- Doa-doa Harian
- Menerima Orang Lain Apa Adanya
- Kebodohan Profesor yang Menganggap Agama Sebuah Mi...
- 14 AZAB MENINGGALKAN SHOLAT 5 WAKTU
- Membuang Ibu ke Hutan
- Islamnnya Abu Dzar
- 7 FAKTA CRISTIANO RONALDO CINTA ISLAM
- KISAH LELAKI YANG GEMAR MEMBACA AL - QUR'AN
- PAPA, MAMA, .. RIO TUNGGU DI PINTU SURGA
-
►
April
(64)
Daftar Blog Saya
My Blog List
Translate
Pages - Menu
Lorem 1
Technology
Circle Gallery
‹
›
Shooting
Racing
News
Lorem 4
_Segitiga bermuda yang juga biasa
disebut segitiga setan terletak di wilayah lautan samudera atlantik seluas 1,5
juta mil2 atau 4juta km2 yang membentuk garis segita antara wilayah2 teritorial
britania raya sbg titik di sebelah utara, puerto rico teritorial amerika
serikat titik di sebelah selatan dan miami negara bagian florida amerika
serikat sbg titik disebelah barat.
Pasti pernah dgr kan peristiwa2 aneh di sana yang sering terjadi kapal2 hilang baik laut maupun udara secara misterius.Ada yang bilang segitiga bermuda itu adalah tempat mangkalnya alien dan ufo.Ada yg bilang itu adalah pusat magnet terbesar didunia.Ada juga yang bilang itu pusat bumi dan terdapat black hole yang mampu menyedot apapun yg melintas.Lalu apa pendapat islam tentang segita bermuda?
Ada hadist yg diriwayatkan Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW telah bersabda “Apabila salah seorang berada ditempat yg terbuka atau ditengah matahari sedang bersinar, lalu bayangan yg meneduhinya bergerau sehingga sebagian dari dirinya terletak ditempat panas dan sebagibn lagi di tempat sejuk, maka hendaklah dia berdiri atau meninggalkan tempat itu” dikatakan larangan ini karena tempat seperti itu adalah tempat yang paling digemari oleh Syaitan.Jadi apa kaitannya dengan bermuda???
Alasannya karena bermuda terletak di perairan atlantik di pertengahan antara benua Amerika bagian utara dan Afrika.Secara mudah lokasi ini adalah kawasan pertembungan dua arus panas dari afrika dan sejuk dari Amerika Utara. Dengan hadist ini maka terjawablah misteri segitiga bermuda.Perkara2 aneh yg terjadi itu tentu antara lain disebabkan pertembungan antara panas dan sejuk dan istana Syaitan yang mungkin tersembunyi disitu.
Ada sebuah buku yang berjudul “Dajjal akan muncul dari kerajaan jin di segitiga bermuda” Karya Sheikh Muhammad Isa Dawuud dari Mesir,bahwa kawasan bermuda adalah kawasan Jin dimana dari situlah akan muncul Dajjal. Jika benar dakwaan buku itu, tidak aneh lagi apa yang di Sabdakan Oleh Nabi SAW itu nyata adanya dan bahkan mendahului zaman sekaligus Nabi SAW membuktikan bahwa islam memiliki semua jawaban untuk semua pertanyaan.
Menurut Syaikh Imam M. Ma’rifatullah Al-arsy, segitiga bermuda merupan tempat titik terujung di dunia ini. Ditengah kawasan itu terdapat sebuah telaga yang airnya dapat membuat siapa saja yg meminumnya menjadi panjang umur, ditempat itu pula Nabiyullah Khidzir A.S bertahta sebagai penjaga sumber air kehidupan tersebut.Syaitkh imam M. M berkata kalau penyelamat akhir Zaman Imam Mahdi akan keluar dari Ghaibnya melalui tempat tersebut dengan menggukan jubah suci berwarna kebiruan.
Lalu apa penyebab hilangnya berbagai macam kapal ditempat itu??? Menurut Syaikh Imam M lagi, para iblis dan Syaitan tersebut yang tak bisa mendekati pusat kawasan agung itu,maka mereka pun berjaga disekelilingnya dan bertujuan untuk menghalangi setiap manusia yang mencoba untuk memasuki kawasan agung itu(segitiga bermuda).Karena sesungguhnya barang siapa yg bisa sampai ketempat titik tengah kawasan segitiga bermuda, maka dia akan mengetahui kebenaran alam yg sesungguhnya.
Banyak orang2 jaman dahulu yang telah mencoba kepusat Segitiga bermuda dan kebanyakan dari mereka enggan untuk kembali pulang kedunianya. Menurut sebuah artikel kuno, Raja Iskandar Agung pernah mencoba masuk ke kawasan agung itu.Dan sekembalinya mereka mengatakan bahwa tempat itu berpasirkan permata dan berbatukan berlian.Tempat yang dipenuhi dengan kabut putih tebal itu sangat indah untuk dipandang tapi sangat berbahaya untuk di datangi. PS: ya Allahu’alam… Semua kembali kepada sang pencipta Alam Allah SWT, karena sesungguhnya Allah SWT lah yang paling tahu apa sebenarnya segitiga bermuda itu.
Pasti pernah dgr kan peristiwa2 aneh di sana yang sering terjadi kapal2 hilang baik laut maupun udara secara misterius.Ada yang bilang segitiga bermuda itu adalah tempat mangkalnya alien dan ufo.Ada yg bilang itu adalah pusat magnet terbesar didunia.Ada juga yang bilang itu pusat bumi dan terdapat black hole yang mampu menyedot apapun yg melintas.Lalu apa pendapat islam tentang segita bermuda?
Ada hadist yg diriwayatkan Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW telah bersabda “Apabila salah seorang berada ditempat yg terbuka atau ditengah matahari sedang bersinar, lalu bayangan yg meneduhinya bergerau sehingga sebagian dari dirinya terletak ditempat panas dan sebagibn lagi di tempat sejuk, maka hendaklah dia berdiri atau meninggalkan tempat itu” dikatakan larangan ini karena tempat seperti itu adalah tempat yang paling digemari oleh Syaitan.Jadi apa kaitannya dengan bermuda???
Alasannya karena bermuda terletak di perairan atlantik di pertengahan antara benua Amerika bagian utara dan Afrika.Secara mudah lokasi ini adalah kawasan pertembungan dua arus panas dari afrika dan sejuk dari Amerika Utara. Dengan hadist ini maka terjawablah misteri segitiga bermuda.Perkara2 aneh yg terjadi itu tentu antara lain disebabkan pertembungan antara panas dan sejuk dan istana Syaitan yang mungkin tersembunyi disitu.
Ada sebuah buku yang berjudul “Dajjal akan muncul dari kerajaan jin di segitiga bermuda” Karya Sheikh Muhammad Isa Dawuud dari Mesir,bahwa kawasan bermuda adalah kawasan Jin dimana dari situlah akan muncul Dajjal. Jika benar dakwaan buku itu, tidak aneh lagi apa yang di Sabdakan Oleh Nabi SAW itu nyata adanya dan bahkan mendahului zaman sekaligus Nabi SAW membuktikan bahwa islam memiliki semua jawaban untuk semua pertanyaan.
Menurut Syaikh Imam M. Ma’rifatullah Al-arsy, segitiga bermuda merupan tempat titik terujung di dunia ini. Ditengah kawasan itu terdapat sebuah telaga yang airnya dapat membuat siapa saja yg meminumnya menjadi panjang umur, ditempat itu pula Nabiyullah Khidzir A.S bertahta sebagai penjaga sumber air kehidupan tersebut.Syaitkh imam M. M berkata kalau penyelamat akhir Zaman Imam Mahdi akan keluar dari Ghaibnya melalui tempat tersebut dengan menggukan jubah suci berwarna kebiruan.
Lalu apa penyebab hilangnya berbagai macam kapal ditempat itu??? Menurut Syaikh Imam M lagi, para iblis dan Syaitan tersebut yang tak bisa mendekati pusat kawasan agung itu,maka mereka pun berjaga disekelilingnya dan bertujuan untuk menghalangi setiap manusia yang mencoba untuk memasuki kawasan agung itu(segitiga bermuda).Karena sesungguhnya barang siapa yg bisa sampai ketempat titik tengah kawasan segitiga bermuda, maka dia akan mengetahui kebenaran alam yg sesungguhnya.
Banyak orang2 jaman dahulu yang telah mencoba kepusat Segitiga bermuda dan kebanyakan dari mereka enggan untuk kembali pulang kedunianya. Menurut sebuah artikel kuno, Raja Iskandar Agung pernah mencoba masuk ke kawasan agung itu.Dan sekembalinya mereka mengatakan bahwa tempat itu berpasirkan permata dan berbatukan berlian.Tempat yang dipenuhi dengan kabut putih tebal itu sangat indah untuk dipandang tapi sangat berbahaya untuk di datangi. PS: ya Allahu’alam… Semua kembali kepada sang pencipta Alam Allah SWT, karena sesungguhnya Allah SWT lah yang paling tahu apa sebenarnya segitiga bermuda itu.
Kejujuran dapat menenangkan dan menyelamatkan pelakunya di dunia dan akhirat. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Senantiasalah dengan kejujuran. Jika kalian melihat bahwa padanya terdapat kebinasaan, maka sesungguhnya itu merupakan keselamatan." ( HR Ibn Abi ad - Dunya)
"Sesungguhnya kejujuran menuntun pada kebaikan dan kebaikan menuntun pada surga. Sesungguhnya seorang laki-laki yang berlaku jujur, ia akan di catat di sisi Allah sebagai orang yang senantiasa berbuat jujur. Dan sesungguhnya kebohongan menuntun pada dosa dan dosa menuntun pada neraka. Sesungguhnya seorang laki-laki yang selalu berbohong, sehingga ia di catat di sisi Allah sebagai seorang pembohong."
(HR Bukhari Muslim)
Hendaklah setiap muslim meneladani kejujuran Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam. Menjunjung tinggi dan memperjuangkan kejujuran. Meskipun jalannya kadang bertabur ancaman, duri, bahkan siksaan.
Di dunia ini, bisa saja orang berkelit dari kebenaran, memutar balikkan kebenaran, dan lepas dari jerat hukum. Tapi kelak, di akhirat di depan pengadilan Ilahi, tak seorang pun dapat berkelit, tak seorang pun dapat bersembunyi, dan lari dari kejaran keadilan-Nya. Bahkan kelak, semua anggota tubuh bersaksi untuk meringankan atau memberatkan diri kita semua.
"Senantiasalah dengan kejujuran. Jika kalian melihat bahwa padanya terdapat kebinasaan, maka sesungguhnya itu merupakan keselamatan." ( HR Ibn Abi ad - Dunya)
"Sesungguhnya kejujuran menuntun pada kebaikan dan kebaikan menuntun pada surga. Sesungguhnya seorang laki-laki yang berlaku jujur, ia akan di catat di sisi Allah sebagai orang yang senantiasa berbuat jujur. Dan sesungguhnya kebohongan menuntun pada dosa dan dosa menuntun pada neraka. Sesungguhnya seorang laki-laki yang selalu berbohong, sehingga ia di catat di sisi Allah sebagai seorang pembohong."
(HR Bukhari Muslim)
Hendaklah setiap muslim meneladani kejujuran Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam. Menjunjung tinggi dan memperjuangkan kejujuran. Meskipun jalannya kadang bertabur ancaman, duri, bahkan siksaan.
Di dunia ini, bisa saja orang berkelit dari kebenaran, memutar balikkan kebenaran, dan lepas dari jerat hukum. Tapi kelak, di akhirat di depan pengadilan Ilahi, tak seorang pun dapat berkelit, tak seorang pun dapat bersembunyi, dan lari dari kejaran keadilan-Nya. Bahkan kelak, semua anggota tubuh bersaksi untuk meringankan atau memberatkan diri kita semua.
"Mereka bertanya kepadamu
tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran”. oleh sebab
itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan
janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. apabila mereka
Telah suci, Maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan
Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.(Al-Baqarah 2:222)
*****
Tidak sedikit pasangan yang melakukan aktivitas seksual saat si wanita sedang mengalami menstruasi / haid. Padahal pada masa ini berhubungan seks bisa sangat berbahaya. Mengapa?
Laura Berman, PhD, seorang pakar seks dan terapis dari Feinberg School of Medicine, Northwestern University, Chicago mengatakan, setelah dengan berbagai macam penelitian, berhubungan seks saat haid ternyata dapat merugikan kesehatan kedua pasangan. Beberapa risiko kesehatan yang bisa terjadi akibat melakukan seks saat haid antara lain:
1. Penyakit Menular Seksual
Saat wanita mengalami menstruasi leher rahim akan terbuka. Terbukanya leher rahim tersebut dapat mempermudah kuman dan bakteri masuk bahkan menyebar hingga ke rongga panggul. Wanita juga berpotensi tertular virus HIV dan hepatitis jika melakukan hubungan seks saat menstruasi.
2. Risiko Infeksi
Saat menstruasi, dinding vagina akan mengalami inflamasi atau pembengkakan sebagai proses alami tubuh. Saat inflamasi terjadi, lapisan dinding rahim akan mengalami peluruhan berbarengan dengan keluarnya darah haid. Darah tersebut merupakan media yang berpotensi mengembangkan kuman dan bakteri yang bisa mengakibatkan infeksi saluran kencing, sperma, dan prostat pada pria.
3. Endometriosis
Istilah tersebut pasti masih asing di telinga Anda. Endometriosis mengacu pada pertumbuhan sel-sel di luar endometrium (dinding rahim) atau di tempat lain. Dalam tingkat lanjut pertumbuhan sel-sel tersebut akan memicu rasa nyeri saat haid, atau biasa disebut dengan dismenore.
Salah satu faktor penyebab endometriosis adalah regurgitasi atau aliran balik darah haid dari dalam rahim ke saluran indung telur dan masuk ke dinding perut. Ini dapat terjadi jika Anda melakukan hubungan seks saat haid.
Tak hanya itu, risiko infeksi juga semakin meningkat baik pada pria maupun wanita. Tingkat keasaman dan kemampuan lendir vagina untuk melawan bakteri saat berhubungan seks akan mengalami penurunan, sehingga berpotensi mengembangkan bakteri dan kuman yang membahayakan kesehatan.
4. Sudden Death (mati mendadak)
Gerakan saat berhubungan seks di masa haid juga bisa menjadi pemicu terjadinya gelembung udara ke pembuluh darah yang terbuka. Para ahli medis mengkhawatirkan, jika emboli atau gelembung udara tersebut masuk ke dalam pembuluh darah maka akan mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah dan bisa mengakibatkan “sudden death” atau mati mendadak.
*****
Jika orang Barat baru tahu bahayanya setelah dengan berbagi penelitian, dan memutuskan tidak melakukan hubungan badan saat istri sedang haid, , Islam justru sejak 14 abad yang lalu sudah melarang berhubungan badan saat istri sedang haid. Sungguh dibalik pelarangan itu ternyata ada hikmah dan manfaat yang ada didalamnya. salah satu bukti kebenaran kandungan AlQuran. Allah Maha Tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Subhanallah (^_^)
Semoga Bermanfaat
*****
Tidak sedikit pasangan yang melakukan aktivitas seksual saat si wanita sedang mengalami menstruasi / haid. Padahal pada masa ini berhubungan seks bisa sangat berbahaya. Mengapa?
Laura Berman, PhD, seorang pakar seks dan terapis dari Feinberg School of Medicine, Northwestern University, Chicago mengatakan, setelah dengan berbagai macam penelitian, berhubungan seks saat haid ternyata dapat merugikan kesehatan kedua pasangan. Beberapa risiko kesehatan yang bisa terjadi akibat melakukan seks saat haid antara lain:
1. Penyakit Menular Seksual
Saat wanita mengalami menstruasi leher rahim akan terbuka. Terbukanya leher rahim tersebut dapat mempermudah kuman dan bakteri masuk bahkan menyebar hingga ke rongga panggul. Wanita juga berpotensi tertular virus HIV dan hepatitis jika melakukan hubungan seks saat menstruasi.
2. Risiko Infeksi
Saat menstruasi, dinding vagina akan mengalami inflamasi atau pembengkakan sebagai proses alami tubuh. Saat inflamasi terjadi, lapisan dinding rahim akan mengalami peluruhan berbarengan dengan keluarnya darah haid. Darah tersebut merupakan media yang berpotensi mengembangkan kuman dan bakteri yang bisa mengakibatkan infeksi saluran kencing, sperma, dan prostat pada pria.
3. Endometriosis
Istilah tersebut pasti masih asing di telinga Anda. Endometriosis mengacu pada pertumbuhan sel-sel di luar endometrium (dinding rahim) atau di tempat lain. Dalam tingkat lanjut pertumbuhan sel-sel tersebut akan memicu rasa nyeri saat haid, atau biasa disebut dengan dismenore.
Salah satu faktor penyebab endometriosis adalah regurgitasi atau aliran balik darah haid dari dalam rahim ke saluran indung telur dan masuk ke dinding perut. Ini dapat terjadi jika Anda melakukan hubungan seks saat haid.
Tak hanya itu, risiko infeksi juga semakin meningkat baik pada pria maupun wanita. Tingkat keasaman dan kemampuan lendir vagina untuk melawan bakteri saat berhubungan seks akan mengalami penurunan, sehingga berpotensi mengembangkan bakteri dan kuman yang membahayakan kesehatan.
4. Sudden Death (mati mendadak)
Gerakan saat berhubungan seks di masa haid juga bisa menjadi pemicu terjadinya gelembung udara ke pembuluh darah yang terbuka. Para ahli medis mengkhawatirkan, jika emboli atau gelembung udara tersebut masuk ke dalam pembuluh darah maka akan mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah dan bisa mengakibatkan “sudden death” atau mati mendadak.
*****
Jika orang Barat baru tahu bahayanya setelah dengan berbagi penelitian, dan memutuskan tidak melakukan hubungan badan saat istri sedang haid, , Islam justru sejak 14 abad yang lalu sudah melarang berhubungan badan saat istri sedang haid. Sungguh dibalik pelarangan itu ternyata ada hikmah dan manfaat yang ada didalamnya. salah satu bukti kebenaran kandungan AlQuran. Allah Maha Tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Subhanallah (^_^)
Semoga Bermanfaat
Sebuah kisah yang sangat memilukan dan mengharukan. Benar-benar kisah yang memilukan.
Alkisah, ada dua pemuda yang pergi ke laut untuk bersantai di pantai sambil membawa makanan untuk makan malam. sewaktu mereka duduk sambil menyantap makan malam, tiba-tiba meraka dihampiri oleh seorang nenek yang sudah renta. Nenek itu duduk sambil memungut makanan yang tercecer di tanah dan memakannya.
Ketika melihatnya, mereka langsung menghampirinya dan bertanya, “engkau lapar nek?” dia menjawab, “aku disini sejak pagi dan belum makan apa-apa. Anakku membawaku kesini sejak subuh tadi. Dia pergi meninggalkanku dan mengatakan kepadaku bahwa dia akan datang dan mengambilku sebentar lagi.”
Singkat cerita, mereka memberinya makanan dan nenek itu pun makan malam bersama mereka. Setelah malam semakin larut, mereka mengemasi barang-barang mereka. Para pemuda itu merasa bahwa waktu sudah larut dan cuaca mulai dingin. Sementara mereka tidak tega meninggalkan nenek tersebut di tepi pantai dalam kondisi seperti itu di malam hari. Salah satu dari mereka menghampirinya dan bertanya, “Engkau punya nomor telepon anakmu yang bisa kami hubungi agar dia datang menjemputmu?” Nenek itu menjawab, “oh ya, aku ada nomor teleponnya di kertas.”
Tatkala kertas itu dibaca, ternyata tertulis: “Siapa saja yang menemukan wanita ini harap membawanya ke panti jompo.”
Para pemuda itu tersentak kaget melihat tulisan tersebut. Mereka duduk sesaat untuk merayu nenek itu agar mau pergi bersama mereka. Mereka berusaha agar nenek itu mau pergi bersama mereka ke tempat yang di inginkannya. Tentu saja nenek itu tidak mau pergi bersama mereka, karena anaknya berjanji padanya akan datang untuk menjemputnya. Nenek itu bersikeras untuk menunggu kedatangan anaknya. Dia mengatakan, “Anakku akan datang menjemputku dan aku akan menunggunya.”
Nenek malang itu tidak tahu bahwa anaknya mengelabuhinya dan membuangnya pada saat dia membutuhkannya.
Para pemuda itu pun meninggalkannya
dengan harapan bahwa si anak akan datang menjemputnya sesuai dengan janjinya. Salah seorang pemuda dari mereka merasa tidak bisa tidur karena memikirkan nasib nenek malang itu. Pemuda itu pun bangun, berganti baju dan mengendarai mobilnya menuju pantai. Setibanya di sana dia melihat ambulans, polisi dan orang-orang berkerumun. Dia masuk di sela-sela mereka dan melihat nenek itu sudah meninggal dunia.
Ketika dia bertanya kepada mereka tentang sebab kematiannya, mereka menjawab, “tekanan darahnya naik dan ia meninggal dunia.” Dia meninggal dunia karena kecemasannya terhadap anaknya; jangan-jangan anaknya mengalami sesuatu sehingga tidak datang menjemputnya. Dia meninggal dunia saat menunggu kedatangan anaknya yang berjanji akan menjemputnya. Dia meninggal dunia saat jauh dari keluarganya.
Semoga Allah melimpahkan Rahmat-Nya kepadanya dan memasukannya kedalam surga-Nya melalui pintu-Nya yang paling lebar. Amin. Saya berharap agar semua orang yang membaca kisah ini mau menyebarluaskannya supaya menjadi peringatan bagi setiap anak yang durhaka kepada ke dua orangtuanya.
Alkisah, ada dua pemuda yang pergi ke laut untuk bersantai di pantai sambil membawa makanan untuk makan malam. sewaktu mereka duduk sambil menyantap makan malam, tiba-tiba meraka dihampiri oleh seorang nenek yang sudah renta. Nenek itu duduk sambil memungut makanan yang tercecer di tanah dan memakannya.
Ketika melihatnya, mereka langsung menghampirinya dan bertanya, “engkau lapar nek?” dia menjawab, “aku disini sejak pagi dan belum makan apa-apa. Anakku membawaku kesini sejak subuh tadi. Dia pergi meninggalkanku dan mengatakan kepadaku bahwa dia akan datang dan mengambilku sebentar lagi.”
Singkat cerita, mereka memberinya makanan dan nenek itu pun makan malam bersama mereka. Setelah malam semakin larut, mereka mengemasi barang-barang mereka. Para pemuda itu merasa bahwa waktu sudah larut dan cuaca mulai dingin. Sementara mereka tidak tega meninggalkan nenek tersebut di tepi pantai dalam kondisi seperti itu di malam hari. Salah satu dari mereka menghampirinya dan bertanya, “Engkau punya nomor telepon anakmu yang bisa kami hubungi agar dia datang menjemputmu?” Nenek itu menjawab, “oh ya, aku ada nomor teleponnya di kertas.”
Tatkala kertas itu dibaca, ternyata tertulis: “Siapa saja yang menemukan wanita ini harap membawanya ke panti jompo.”
Para pemuda itu tersentak kaget melihat tulisan tersebut. Mereka duduk sesaat untuk merayu nenek itu agar mau pergi bersama mereka. Mereka berusaha agar nenek itu mau pergi bersama mereka ke tempat yang di inginkannya. Tentu saja nenek itu tidak mau pergi bersama mereka, karena anaknya berjanji padanya akan datang untuk menjemputnya. Nenek itu bersikeras untuk menunggu kedatangan anaknya. Dia mengatakan, “Anakku akan datang menjemputku dan aku akan menunggunya.”
Nenek malang itu tidak tahu bahwa anaknya mengelabuhinya dan membuangnya pada saat dia membutuhkannya.
Para pemuda itu pun meninggalkannya
dengan harapan bahwa si anak akan datang menjemputnya sesuai dengan janjinya. Salah seorang pemuda dari mereka merasa tidak bisa tidur karena memikirkan nasib nenek malang itu. Pemuda itu pun bangun, berganti baju dan mengendarai mobilnya menuju pantai. Setibanya di sana dia melihat ambulans, polisi dan orang-orang berkerumun. Dia masuk di sela-sela mereka dan melihat nenek itu sudah meninggal dunia.
Ketika dia bertanya kepada mereka tentang sebab kematiannya, mereka menjawab, “tekanan darahnya naik dan ia meninggal dunia.” Dia meninggal dunia karena kecemasannya terhadap anaknya; jangan-jangan anaknya mengalami sesuatu sehingga tidak datang menjemputnya. Dia meninggal dunia saat menunggu kedatangan anaknya yang berjanji akan menjemputnya. Dia meninggal dunia saat jauh dari keluarganya.
Semoga Allah melimpahkan Rahmat-Nya kepadanya dan memasukannya kedalam surga-Nya melalui pintu-Nya yang paling lebar. Amin. Saya berharap agar semua orang yang membaca kisah ini mau menyebarluaskannya supaya menjadi peringatan bagi setiap anak yang durhaka kepada ke dua orangtuanya.
Assalamu'alaiku m.. wr.wb.
1. Makna ”Allah”:
Secara etimologi, lafaz ”Allah” berasal dari kata: ﻪــﻟﺇ (i-la-h),
artinya: ”yang disembah.”
Ketika lafaz ”ﻪــﻟﺇ” (i-la-h) dimasuki huruf ”ma’rifah” alif dan lam ﻝﺍ
(al), maka huruf hamzah ﺇ (i) dibuang untuk mempermudah
pengucapan.
Dari sini lafaz ”ﻪــﻟﺇ” (i-la-h) pun menjadi
”ﻪــﻠﻟﺍ” (Allah). (Kamu Mukhtar Ash-Shahhah, Zainuddin Ar-
Razy).
Untuk diketahui, ”ma’rifah” dalam bahasa Arab adalah istilah yang
digunakan untuk nama yang khusus/ tertentu. Kebalikannya adalah
”nakirah” (umum).
2. Makna ”SWT”:
”SWT” adalah singkatan dari dua sifat Allah, yaitu ”Subhanahu wa
Ta’ala.” Rincian maknanya adalah:
S = Subhanahu , artinya: Yang Mahasuci
w = wa , artinya: dan
T = Ta’ala , artinya: Yang Mahatinggi, Mahamulia.
3. Makna ”Allah SWT”:
Dari penjelasan nomor 1 dan 2, dapat disimpulkan bahwa
makna”Allah SWT” adalah: Allah (Tuhan)yang Mahasuci dan
Mahatinggi .
Sebenarnya, SWT (Subhanahu waTa’ala) bukan satu-satunya lafaz
yang disertakan oleh ummat Islam setelah lafaz ”Allah”.
Masih banyak lagi lafaz-lafaz lain, antaralain:
- ’Azza wa Jalla => Allah ’Azza wa Jalla
- Jalla Jalaluh => Allah Jalla Jalaluh
- Tabaroka wa Ta’ala => Allah Tabaroka wa Ta’ala
Semua lafaz tersebut adalah sifat-sifat kemuliaan dan keagungan Allah SWT.
Perlu diperhatikan , meski pun secara bahasa lafaz ”Allah” berarti
”Tuhan”, sebagai seorang muslim kita harus tetap meyakini bahwa ”Allah” adalah nama bagi”Zat” Tuhan Pencipta dan Pengatur alam semesta ini.
Sebab Al-Qur’an sendiri – yang notabenenya wahyu Tuhan –
menegaskan bahwa ”Allah” adalah nama bagi Tuhan Pencipta dan Penguasa jagad raya ini .
Demikian juga dalam hadits-hadits
Rasulullah Muhammad saw.
Wallahu a’lam.
1. Makna ”Allah”:
Secara etimologi, lafaz ”Allah” berasal dari kata: ﻪــﻟﺇ (i-la-h),
artinya: ”yang disembah.”
Ketika lafaz ”ﻪــﻟﺇ” (i-la-h) dimasuki huruf ”ma’rifah” alif dan lam ﻝﺍ
(al), maka huruf hamzah ﺇ (i) dibuang untuk mempermudah
pengucapan.
Dari sini lafaz ”ﻪــﻟﺇ” (i-la-h) pun menjadi
”ﻪــﻠﻟﺍ” (Allah). (Kamu Mukhtar Ash-Shahhah, Zainuddin Ar-
Razy).
Untuk diketahui, ”ma’rifah” dalam bahasa Arab adalah istilah yang
digunakan untuk nama yang khusus/ tertentu. Kebalikannya adalah
”nakirah” (umum).
2. Makna ”SWT”:
”SWT” adalah singkatan dari dua sifat Allah, yaitu ”Subhanahu wa
Ta’ala.” Rincian maknanya adalah:
S = Subhanahu , artinya: Yang Mahasuci
w = wa , artinya: dan
T = Ta’ala , artinya: Yang Mahatinggi, Mahamulia.
3. Makna ”Allah SWT”:
Dari penjelasan nomor 1 dan 2, dapat disimpulkan bahwa
makna”Allah SWT” adalah: Allah (Tuhan)yang Mahasuci dan
Mahatinggi .
Sebenarnya, SWT (Subhanahu waTa’ala) bukan satu-satunya lafaz
yang disertakan oleh ummat Islam setelah lafaz ”Allah”.
Masih banyak lagi lafaz-lafaz lain, antaralain:
- ’Azza wa Jalla => Allah ’Azza wa Jalla
- Jalla Jalaluh => Allah Jalla Jalaluh
- Tabaroka wa Ta’ala => Allah Tabaroka wa Ta’ala
Semua lafaz tersebut adalah sifat-sifat kemuliaan dan keagungan Allah SWT.
Perlu diperhatikan , meski pun secara bahasa lafaz ”Allah” berarti
”Tuhan”, sebagai seorang muslim kita harus tetap meyakini bahwa ”Allah” adalah nama bagi”Zat” Tuhan Pencipta dan Pengatur alam semesta ini.
Sebab Al-Qur’an sendiri – yang notabenenya wahyu Tuhan –
menegaskan bahwa ”Allah” adalah nama bagi Tuhan Pencipta dan Penguasa jagad raya ini .
Demikian juga dalam hadits-hadits
Rasulullah Muhammad saw.
Wallahu a’lam.
Shalat di kota Mekkah, terlebih di Masjidil
Haram memiliki derajat nilai sangat tinggi, sebanding dengan seratus
ribu shalat di tempat lain.
Hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ
Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik 1000 shalat di masjid lainnya kecuali Masjidil Haram. Shalat di Masjidil Haram lebih baik 100.000 shalat di masjid lainnya. [HR. Ahmad 3/343. Syaikh Syuaib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih]
Hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ
Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik 1000 shalat di masjid lainnya kecuali Masjidil Haram. Shalat di Masjidil Haram lebih baik 100.000 shalat di masjid lainnya. [HR. Ahmad 3/343. Syaikh Syuaib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih]
Generasi terbaik umat ini adalah para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Mereka adalah sebaik-baik manusia. Lantas disusul generasi berikutnya, lalu generasi berikutnya. Tiga kurun ini merupakan kurun terbaik dari umat ini. Dari Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhuma, bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
خَيْرَ أُمَّتِـي قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
“Sebaik-baik umatku adalah pada masaku. Kemudian orang-orang yang setelah mereka (generasi berikutnya), lalu orang-orang yang setelah mereka.” (Shahih Al-Bukhari, no. 3650)
Mereka adalah orang-orang yang paling baik, paling selamat dan paling mengetahui dalam memahami Islam. Mereka adalah para pendahulu yang memiliki keshalihan yang tertinggi (as-salafu ash-shalih).
Karenanya, sudah merupakan kemestian bila menghendaki pemahaman dan pengamalan Islam yang benar merujuk kepada mereka (as-salafu ash-shalih). Mereka adalah orang-orang yang telah mendapat keridhaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mereka pun ridha kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (At-Taubah: 100)
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan untuk mengikuti para sahabat. Berjalan di atas jalan yang mereka tempuh. Berperilaku selaras apa yang telah mereka perbuat. Menapaki manhaj (cara pandang hidup) sesuai manhaj mereka. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ
“Dan ikutilah jalan orang-orang yang kembali kepada-Ku.” (Luqman: 15)
Menukil ucapan Ibnul Qayyim rahimahullahu dalam I’lam Al-Muwaqqi’in, terkait ayat di atas disebutkan bahwa setiap sahabat adalah orang yang kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka, wajib mengikuti jalannya, perkataan-perkataannya, dan keyakinan-keyakinan (i’tiqad) mereka. Dalil bahwa mereka adalah orang-orang yang kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, (dikuatkan lagi) dengan firman-Nya yang menunjukkan mereka adalah orang-orang yang telah diberi Allah Subhanahu wa Ta’ala petunjuk. Firman-Nya:
وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ
“Dan (Allah) memberi petunjuk kepada (agama)-Nya, orang yang kembali (kepada-Nya).” (Asy-Syura: 13) (Lihat Kun Salafiyan ‘alal Jaddah, Abdussalam bin Salim bin Raja’ As-Suhaimi, hal. 14)
Maka, istilah as-salafu ash-shalih secara mutlak dilekatkan kepada tiga kurun yang utama. Yaitu para sahabat, at-tabi’un, dan atba’u tabi’in (para pengikut tabi’in). Siapapun yang mengikuti mereka dari aspek pemahaman, i’tiqad, perkataan maupun amal, maka dia berada di atas manhaj as-salaf. Adanya ancaman yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap orang-orang yang memilih jalan-jalan selain jalan yang ditempuh as-salafu ash-shalih, menunjukkan wajibnya setiap muslim berpegang dengan manhaj as-salaf. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (An-Nisa’: 115)
Disebutkan oleh Asy-Syaikh Ubaid bin Abdillah bin Sulaiman Al-Jabiri hafizhahullah, bahwa tidaklah orang yang berpemahaman khalaf (lawan dari salaf), termasuk orang-orang yang tergabung dalam jamaah-jamaah dakwah sekarang ini, kecuali dia akan membenci (dakwah) as-salafiyah. Karena, as-salafiyah tidak semata pada hal yang terkait penisbahan (pengakuan). Tetapi as-salafiyah memurnikan keikhlasan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala dan memurnikan mutaba’ah (ikutan) terhadap Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Manusia itu terbagi dalam dua kelompok (salah satunya) yaitu hizbu Ar-Rahman, mereka adalah orang-orang Islam yang keimanan mereka terpelihara, tidak menjadikan mereka keluar secara sempurna dari agama. Jadi, hizbu Ar-Rahman adalah orang-orang yang tidak sesat dan menyesatkan serta tidak mengabaikan al-huda (petunjuk) dan al-haq (kebenaran) di setiap tempat dan zaman. (Ushul wa Qawa’id fi al-Manhaj As-Salafi, hal. 12-13)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdasar hadits dari Al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu ‘anhu, berkata:
لاَ يَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِـي ظَاهِرِيْنَ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللهِ وَهُمْ ظَاهِرُونَ
“Akan selalu ada sekelompok orang dari umatku yang unggul/menang hingga tiba pada mereka keputusan Allah, sedang mereka adalah orang-orang yang unggul/menang.” (Shahih Al-Bukhari, no. 7311)
Menurut Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu, bahwa yang dimaksud hadits tersebut adalah adanya sekelompok orang yang berpegang teguh dengan apa yang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat berada di atasnya. Mereka adalah orang-orang yang unggul/menang, tak akan termudaratkan oleh orang-orang yang menelantarkannya dan orang-orang yang menyelisihinya. (Syarhu Ash-Shahih Al-Bukhari, 10/104)
Bila menatap langit zaman, di setiap kurun, waktu, senantiasa didapati para pembela al-haq. Mereka adalah bintang gemilang yang memberi petunjuk arah dalam kehidupan umat. Mereka memancarkan berkas cahaya yang memandu umat di tengah gelap gulita. Kala muncul bid’ah Khawarij dan Syi’ah, Allah Subhanahu wa Ta’ala merobohkan makar mereka dengan memunculkan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu dan Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Begitupun saat Al-Qadariyah hadir, maka Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, dan Jabir bin ‘Abdillah radhiallahu ‘anhum dari kalangan sahabat yang utama melawan pemahaman sesat tersebut. Washil bin ‘Atha’ dengan paham Mu’tazilahnya dipatahkan Al-Hasan Al-Bashri, Ibnu Sirin, dan lain-lainnya dari kalangan utama tabi’in. Merebak Syi’ah Rafidhah, maka Al-Imam Asy-Sya’bi, Al-Imam Syafi’i, dan para imam Ahlus Sunnah lainnya menghadapi dan menangkal kesesatan Syi’ah Rafidhah. Jahm bin Shafwan yang mengusung Jahmiyah juga diruntuhkan Al-Imam Malik, Abdullah bin Mubarak, dan lainnya. Demikian pula tatkala menyebar pemahaman dan keyakinan bahwa Al-Qur’an adalah makhluk bukan Kalamullah. Maka, Al-Imam Ahmad bin Hanbal tampil memerangi pemahaman dan keyakinan sesat tersebut.
Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memunculkan para pembela risalah-Nya. Mereka terus berupaya menjaga as-sunnah, agar tidak redup diempas para ahli bid’ah. Bermunculan para imam, seperti Al-Imam Al-Barbahari, Al-Imam Ibnu Khuzaimah, Al-Imam Ibnu Baththah, Al-Imam Al-Lalika’i, Al-Imam Ibnu Mandah, dan lainnya dari kalangan imam Ahlus Sunnah. Lantas pada kurun berikutnya, ketika muncul bid’ah sufiyah, ahlu kalam dan filsafat, hadir di tengah umat para imam, seperti Al-Imam Asy-Syathibi, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah beserta murid-muridnya, yaitu Ibnul Qayyim, Ibnu Abdilhadi, Ibnu Katsir, Adz-Dzahabi, dan lainnya rahimahumullah.
Sosok Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah sendiri bagi sebagian umat Islam bukan lagi sosok yang asing. Kiprah dakwahnya begitu agung. Pengaruhnya sangat luas. Kokoh dalam memegang sunnah. Sebab, menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, sesungguhnya tidak ada kebahagiaan bagi para hamba, tidak ada pula keselamatan di hari kembali nanti (hari kiamat) kecuali dengan ittiba’ (mengikuti) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
تِلْكَ حُدُودُ اللهِ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ. وَمَنْ يَعْصِ اللهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ
“(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.” (An-Nisa’: 13-14)
Maka, ketaatan terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan poros kebahagiaan yang seseorang berupaya mengitarinya, juga merupakan tempat kembali yang selamat yang seseorang tak akan merasa bingung darinya.
Sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menciptakan makhluk dalam rangka untuk beribadah kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)
Sesungguhnya peribadahan mereka dengan menaati-Nya dan taat terhadap Rasul-Nya. Tidak ada ibadah kecuali atas sesuatu yang telah Dia (Allah Subhanahu wa Ta’ala) wajibkan dan sunnahkan dalam agama Allah Subhanahu wa Ta’ala. Selain dari itu, maka yang ada hanyalah kesesatan dari jalan-Nya. Untuk hal ini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُناَ فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa melakukan satu amal yang tidak ada dasar perintah kami, maka tertolak.” (Shahih Al-Bukhari no. 2697 dan Shahih Muslim, 1718)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pula dalam hadits Al-Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan Ahlu Sunan dan dishahihkan At-Tirmidzi rahimahullahu:
إِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِـي وَسُنَّةِ الْـخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْـمَهْدِيِّينَ مِنْ بَعْدِي تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ
“Sesungguhnya kalian akan hidup setelahku, kalian akan mendapati banyak perselisihan. Maka, pegang teguh sunnahku dan sunnah khulafa ar-rasyidin yang mendapat petunjuk setelahku. Pegang teguh sunnah dan gigit dengan gerahammu. Dan hati-hatilah dari perkara yang diada-adakan, karena setiap bid’ah itu sesat.” (HR. At-Tirmidzi no. 2676) [Lihat Majmu’ah Al-Fatawa,1/4]
Itulah manhaj (cara pandang) Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu dalam menetapi Islam. Cara pandang inilah yang telah hilang dari sebagian kaum muslimin sehingga terjatuh pada perkara-perkara yang diada-adakan, yang perkara tersebut tidak dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Perkara tersebut mereka ada-adakan dengan mengatasnamakan Islam. Padahal Islam sendiri tak mengajarkan semacam itu. Mereka terbelenggu bid’ah nan menyesatkan.
Kekokohan memegang teguh prinsip beragama oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu digambarkan oleh Al-Hafizh Al-Mizzi rahimahullahu. Kata Al-Hafizh Al-Mizzi rahimahullahu, “Aku tak pernah melihat orang yang seperti beliau. Tidak pula dia melihat orang yang seperti dirinya. Aku melihat, tidak ada seorangpun yang lebih mengetahui dan sangat kuat mengikuti Al-Kitab dan sunnah Rasul-Nya dibanding beliau. Pantaslah bila sosok Syaikhul Islam senantiasa membuat susah para ahlu bid’ah. Disebutkan Al-Hafizh Ibnu Abdilhadi rahimahullahu, bahwa beliau rahimahullahu adalah pedang terhunus bagi orang-orang yang menyelisihi (Al-Kitab dan As-Sunnah). Menyusahkan orang-orang yang mengikuti hawa nafsu, yang suka mengada-adakan ajaran (baru) dalam agama. (Al-Ushul Al-Fikriyah Lil-Manahij As-Salafiyah ‘inda Syaikhil Islam, Asy-Syaikh Khalid bin Abdirrahman Al-‘Ik)
Kecemburuan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu terhadap harkat martabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu besar. Itu bisa tergambar melalui tulisan beliau rahimahullahu yang berjudul Ash-Sharimu Al-Maslul ‘ala Syatimi Ar-Rasul (Pedang Terhunus terhadap Orang yang Mencaci Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam). Tulisan ini merupakan sikap ilmiah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu dalam menyikapi orang yang mencaci-maki Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mencaci Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri bukan perkara ringan. Ini menyangkut nyawa manusia. Sikap tegas, ilmiah, dan selaras akal sehat ini merupakan bentuk penjagaan beliau rahimahullahu terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan risalah yang dibawanya.
Bahkan tatkala beliau dipenjara pun, senantiasa menyebarkan kebaikan kepada sesama penghuni penjara. Beliau rahimahullahu memberi bimbingan, melakukan amar ma’ruf, dan mencegah kemungkaran. Dikisahkan Al-Hafizh Ibnu Abdilhadi rahimahullahu, tatkala beliau masuk tahanan, didapati para penghuni tahanan sibuk dengan beragam permainan yang sia-sia. Di antara mereka sibuk dengan main catur, dadu, dan lainnya. Mereka sibuk dengan permainan tersebut hingga melalaikan shalat. Lantas Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu mencegah hal itu secara tegas. Beliau memerintahkan mereka untuk menetapi shalat. Mengarahkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam setiap amal shalih. Bertasbih, beristighfar, dan berdoa. Mengajari mereka tentang sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sesuai yang mereka butuhkan. Beliau rahimahullahu mendorong mereka untuk suka melakukan amal-amal kebaikan. Sehingga jadilah tempat tahanan tersebut senantiasa dipenuhi kesibukan dengan ilmu dan agama. Bilamana tiba waktu pembebasan, para narapidana tersebut lebih memilih hidup bersama beliau. Banyak dari mereka yang lantas kembali ke tahanan. Akibatnya, ruang tahanan itu pun penuh. (Al-Ushul Al-Fikriyah hal. 51)
Demikianlah kehidupan seorang alim. Keberadaannya senantiasa memberi manfaat kepada umat. Dia menebar ilmu, menebar cahaya di tengah keterpurukan manusia. Dia laksana rembulan purnama di tengah bertaburnya bintang gemilang. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi perumpamaan keutamaan antara seorang alim dengan seorang abid (ahli ibadah). Dari Abud Darda’ radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
وَفَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ، إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءَ، إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَـمْ يُوَرِّثُوا دِيْنَارًا وَلاَ دِرْهَمًا، إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ
“Dan keutamaan seorang alim dibanding seorang ahli ibadah, bagai rembulan atas seluruh bintang. Sesungguhnya ulama itu pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidaklah mewariskan dinar dan dirham, (tetapi) mereka mewariskan ilmu. Barangsiapa mampu mengambilnya, berarti dia telah mengambil keberuntungan yang banyak.” (Sunan At-Tirmidzi, no. 2682, Sunan Abi Dawud no. 3641, Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullahu menshahihkan hadits ini)
Begitulah seorang alim. Dia laksana rembulan di langit zaman.
Wallahu a’lam.
Mereka adalah sebaik-baik manusia. Lantas disusul generasi berikutnya, lalu generasi berikutnya. Tiga kurun ini merupakan kurun terbaik dari umat ini. Dari Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhuma, bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
خَيْرَ أُمَّتِـي قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
“Sebaik-baik umatku adalah pada masaku. Kemudian orang-orang yang setelah mereka (generasi berikutnya), lalu orang-orang yang setelah mereka.” (Shahih Al-Bukhari, no. 3650)
Mereka adalah orang-orang yang paling baik, paling selamat dan paling mengetahui dalam memahami Islam. Mereka adalah para pendahulu yang memiliki keshalihan yang tertinggi (as-salafu ash-shalih).
Karenanya, sudah merupakan kemestian bila menghendaki pemahaman dan pengamalan Islam yang benar merujuk kepada mereka (as-salafu ash-shalih). Mereka adalah orang-orang yang telah mendapat keridhaan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mereka pun ridha kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (At-Taubah: 100)
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan untuk mengikuti para sahabat. Berjalan di atas jalan yang mereka tempuh. Berperilaku selaras apa yang telah mereka perbuat. Menapaki manhaj (cara pandang hidup) sesuai manhaj mereka. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ
“Dan ikutilah jalan orang-orang yang kembali kepada-Ku.” (Luqman: 15)
Menukil ucapan Ibnul Qayyim rahimahullahu dalam I’lam Al-Muwaqqi’in, terkait ayat di atas disebutkan bahwa setiap sahabat adalah orang yang kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka, wajib mengikuti jalannya, perkataan-perkataannya, dan keyakinan-keyakinan (i’tiqad) mereka. Dalil bahwa mereka adalah orang-orang yang kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, (dikuatkan lagi) dengan firman-Nya yang menunjukkan mereka adalah orang-orang yang telah diberi Allah Subhanahu wa Ta’ala petunjuk. Firman-Nya:
وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ
“Dan (Allah) memberi petunjuk kepada (agama)-Nya, orang yang kembali (kepada-Nya).” (Asy-Syura: 13) (Lihat Kun Salafiyan ‘alal Jaddah, Abdussalam bin Salim bin Raja’ As-Suhaimi, hal. 14)
Maka, istilah as-salafu ash-shalih secara mutlak dilekatkan kepada tiga kurun yang utama. Yaitu para sahabat, at-tabi’un, dan atba’u tabi’in (para pengikut tabi’in). Siapapun yang mengikuti mereka dari aspek pemahaman, i’tiqad, perkataan maupun amal, maka dia berada di atas manhaj as-salaf. Adanya ancaman yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap orang-orang yang memilih jalan-jalan selain jalan yang ditempuh as-salafu ash-shalih, menunjukkan wajibnya setiap muslim berpegang dengan manhaj as-salaf. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (An-Nisa’: 115)
Disebutkan oleh Asy-Syaikh Ubaid bin Abdillah bin Sulaiman Al-Jabiri hafizhahullah, bahwa tidaklah orang yang berpemahaman khalaf (lawan dari salaf), termasuk orang-orang yang tergabung dalam jamaah-jamaah dakwah sekarang ini, kecuali dia akan membenci (dakwah) as-salafiyah. Karena, as-salafiyah tidak semata pada hal yang terkait penisbahan (pengakuan). Tetapi as-salafiyah memurnikan keikhlasan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala dan memurnikan mutaba’ah (ikutan) terhadap Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Manusia itu terbagi dalam dua kelompok (salah satunya) yaitu hizbu Ar-Rahman, mereka adalah orang-orang Islam yang keimanan mereka terpelihara, tidak menjadikan mereka keluar secara sempurna dari agama. Jadi, hizbu Ar-Rahman adalah orang-orang yang tidak sesat dan menyesatkan serta tidak mengabaikan al-huda (petunjuk) dan al-haq (kebenaran) di setiap tempat dan zaman. (Ushul wa Qawa’id fi al-Manhaj As-Salafi, hal. 12-13)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdasar hadits dari Al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu ‘anhu, berkata:
لاَ يَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِـي ظَاهِرِيْنَ حَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللهِ وَهُمْ ظَاهِرُونَ
“Akan selalu ada sekelompok orang dari umatku yang unggul/menang hingga tiba pada mereka keputusan Allah, sedang mereka adalah orang-orang yang unggul/menang.” (Shahih Al-Bukhari, no. 7311)
Menurut Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu, bahwa yang dimaksud hadits tersebut adalah adanya sekelompok orang yang berpegang teguh dengan apa yang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat berada di atasnya. Mereka adalah orang-orang yang unggul/menang, tak akan termudaratkan oleh orang-orang yang menelantarkannya dan orang-orang yang menyelisihinya. (Syarhu Ash-Shahih Al-Bukhari, 10/104)
Bila menatap langit zaman, di setiap kurun, waktu, senantiasa didapati para pembela al-haq. Mereka adalah bintang gemilang yang memberi petunjuk arah dalam kehidupan umat. Mereka memancarkan berkas cahaya yang memandu umat di tengah gelap gulita. Kala muncul bid’ah Khawarij dan Syi’ah, Allah Subhanahu wa Ta’ala merobohkan makar mereka dengan memunculkan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu dan Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Begitupun saat Al-Qadariyah hadir, maka Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, dan Jabir bin ‘Abdillah radhiallahu ‘anhum dari kalangan sahabat yang utama melawan pemahaman sesat tersebut. Washil bin ‘Atha’ dengan paham Mu’tazilahnya dipatahkan Al-Hasan Al-Bashri, Ibnu Sirin, dan lain-lainnya dari kalangan utama tabi’in. Merebak Syi’ah Rafidhah, maka Al-Imam Asy-Sya’bi, Al-Imam Syafi’i, dan para imam Ahlus Sunnah lainnya menghadapi dan menangkal kesesatan Syi’ah Rafidhah. Jahm bin Shafwan yang mengusung Jahmiyah juga diruntuhkan Al-Imam Malik, Abdullah bin Mubarak, dan lainnya. Demikian pula tatkala menyebar pemahaman dan keyakinan bahwa Al-Qur’an adalah makhluk bukan Kalamullah. Maka, Al-Imam Ahmad bin Hanbal tampil memerangi pemahaman dan keyakinan sesat tersebut.
Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memunculkan para pembela risalah-Nya. Mereka terus berupaya menjaga as-sunnah, agar tidak redup diempas para ahli bid’ah. Bermunculan para imam, seperti Al-Imam Al-Barbahari, Al-Imam Ibnu Khuzaimah, Al-Imam Ibnu Baththah, Al-Imam Al-Lalika’i, Al-Imam Ibnu Mandah, dan lainnya dari kalangan imam Ahlus Sunnah. Lantas pada kurun berikutnya, ketika muncul bid’ah sufiyah, ahlu kalam dan filsafat, hadir di tengah umat para imam, seperti Al-Imam Asy-Syathibi, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah beserta murid-muridnya, yaitu Ibnul Qayyim, Ibnu Abdilhadi, Ibnu Katsir, Adz-Dzahabi, dan lainnya rahimahumullah.
Sosok Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah sendiri bagi sebagian umat Islam bukan lagi sosok yang asing. Kiprah dakwahnya begitu agung. Pengaruhnya sangat luas. Kokoh dalam memegang sunnah. Sebab, menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, sesungguhnya tidak ada kebahagiaan bagi para hamba, tidak ada pula keselamatan di hari kembali nanti (hari kiamat) kecuali dengan ittiba’ (mengikuti) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
تِلْكَ حُدُودُ اللهِ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ. وَمَنْ يَعْصِ اللهَ وَرَسُولَهُ وَيَتَعَدَّ حُدُودَهُ يُدْخِلْهُ نَارًا خَالِدًا فِيهَا وَلَهُ عَذَابٌ مُهِينٌ
“(Hukum-hukum tersebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.” (An-Nisa’: 13-14)
Maka, ketaatan terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan poros kebahagiaan yang seseorang berupaya mengitarinya, juga merupakan tempat kembali yang selamat yang seseorang tak akan merasa bingung darinya.
Sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menciptakan makhluk dalam rangka untuk beribadah kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)
Sesungguhnya peribadahan mereka dengan menaati-Nya dan taat terhadap Rasul-Nya. Tidak ada ibadah kecuali atas sesuatu yang telah Dia (Allah Subhanahu wa Ta’ala) wajibkan dan sunnahkan dalam agama Allah Subhanahu wa Ta’ala. Selain dari itu, maka yang ada hanyalah kesesatan dari jalan-Nya. Untuk hal ini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُناَ فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa melakukan satu amal yang tidak ada dasar perintah kami, maka tertolak.” (Shahih Al-Bukhari no. 2697 dan Shahih Muslim, 1718)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pula dalam hadits Al-Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan Ahlu Sunan dan dishahihkan At-Tirmidzi rahimahullahu:
إِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِـي وَسُنَّةِ الْـخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْـمَهْدِيِّينَ مِنْ بَعْدِي تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ
“Sesungguhnya kalian akan hidup setelahku, kalian akan mendapati banyak perselisihan. Maka, pegang teguh sunnahku dan sunnah khulafa ar-rasyidin yang mendapat petunjuk setelahku. Pegang teguh sunnah dan gigit dengan gerahammu. Dan hati-hatilah dari perkara yang diada-adakan, karena setiap bid’ah itu sesat.” (HR. At-Tirmidzi no. 2676) [Lihat Majmu’ah Al-Fatawa,1/4]
Itulah manhaj (cara pandang) Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu dalam menetapi Islam. Cara pandang inilah yang telah hilang dari sebagian kaum muslimin sehingga terjatuh pada perkara-perkara yang diada-adakan, yang perkara tersebut tidak dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Perkara tersebut mereka ada-adakan dengan mengatasnamakan Islam. Padahal Islam sendiri tak mengajarkan semacam itu. Mereka terbelenggu bid’ah nan menyesatkan.
Kekokohan memegang teguh prinsip beragama oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu digambarkan oleh Al-Hafizh Al-Mizzi rahimahullahu. Kata Al-Hafizh Al-Mizzi rahimahullahu, “Aku tak pernah melihat orang yang seperti beliau. Tidak pula dia melihat orang yang seperti dirinya. Aku melihat, tidak ada seorangpun yang lebih mengetahui dan sangat kuat mengikuti Al-Kitab dan sunnah Rasul-Nya dibanding beliau. Pantaslah bila sosok Syaikhul Islam senantiasa membuat susah para ahlu bid’ah. Disebutkan Al-Hafizh Ibnu Abdilhadi rahimahullahu, bahwa beliau rahimahullahu adalah pedang terhunus bagi orang-orang yang menyelisihi (Al-Kitab dan As-Sunnah). Menyusahkan orang-orang yang mengikuti hawa nafsu, yang suka mengada-adakan ajaran (baru) dalam agama. (Al-Ushul Al-Fikriyah Lil-Manahij As-Salafiyah ‘inda Syaikhil Islam, Asy-Syaikh Khalid bin Abdirrahman Al-‘Ik)
Kecemburuan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu terhadap harkat martabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu besar. Itu bisa tergambar melalui tulisan beliau rahimahullahu yang berjudul Ash-Sharimu Al-Maslul ‘ala Syatimi Ar-Rasul (Pedang Terhunus terhadap Orang yang Mencaci Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam). Tulisan ini merupakan sikap ilmiah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu dalam menyikapi orang yang mencaci-maki Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mencaci Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri bukan perkara ringan. Ini menyangkut nyawa manusia. Sikap tegas, ilmiah, dan selaras akal sehat ini merupakan bentuk penjagaan beliau rahimahullahu terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan risalah yang dibawanya.
Bahkan tatkala beliau dipenjara pun, senantiasa menyebarkan kebaikan kepada sesama penghuni penjara. Beliau rahimahullahu memberi bimbingan, melakukan amar ma’ruf, dan mencegah kemungkaran. Dikisahkan Al-Hafizh Ibnu Abdilhadi rahimahullahu, tatkala beliau masuk tahanan, didapati para penghuni tahanan sibuk dengan beragam permainan yang sia-sia. Di antara mereka sibuk dengan main catur, dadu, dan lainnya. Mereka sibuk dengan permainan tersebut hingga melalaikan shalat. Lantas Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu mencegah hal itu secara tegas. Beliau memerintahkan mereka untuk menetapi shalat. Mengarahkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam setiap amal shalih. Bertasbih, beristighfar, dan berdoa. Mengajari mereka tentang sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sesuai yang mereka butuhkan. Beliau rahimahullahu mendorong mereka untuk suka melakukan amal-amal kebaikan. Sehingga jadilah tempat tahanan tersebut senantiasa dipenuhi kesibukan dengan ilmu dan agama. Bilamana tiba waktu pembebasan, para narapidana tersebut lebih memilih hidup bersama beliau. Banyak dari mereka yang lantas kembali ke tahanan. Akibatnya, ruang tahanan itu pun penuh. (Al-Ushul Al-Fikriyah hal. 51)
Demikianlah kehidupan seorang alim. Keberadaannya senantiasa memberi manfaat kepada umat. Dia menebar ilmu, menebar cahaya di tengah keterpurukan manusia. Dia laksana rembulan purnama di tengah bertaburnya bintang gemilang. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi perumpamaan keutamaan antara seorang alim dengan seorang abid (ahli ibadah). Dari Abud Darda’ radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
وَفَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ، إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءَ، إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَـمْ يُوَرِّثُوا دِيْنَارًا وَلاَ دِرْهَمًا، إِنَّمَا وَرَّثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ
“Dan keutamaan seorang alim dibanding seorang ahli ibadah, bagai rembulan atas seluruh bintang. Sesungguhnya ulama itu pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidaklah mewariskan dinar dan dirham, (tetapi) mereka mewariskan ilmu. Barangsiapa mampu mengambilnya, berarti dia telah mengambil keberuntungan yang banyak.” (Sunan At-Tirmidzi, no. 2682, Sunan Abi Dawud no. 3641, Asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullahu menshahihkan hadits ini)
Begitulah seorang alim. Dia laksana rembulan di langit zaman.
Wallahu a’lam.
● seorang lelaki bertanya kepada syaikh :
wahai syaikh ,, aku telah lama menikah dan mempunyai anak-anak ,, tapi semenjak beberapa tahun ini ,, aku merasakan aku tidak lagi tertarik kepada isteriku ..
● sheikh mula bertanya :
"adakah isterimu telah gemuk ??"
● lelaki menjawab :
" tidak ,, dia kelihatan sama seperti dulu .."
● sheikh ber'tanya lagi :
" adakah dia terlibat dlm kemalangan yang m'yebabkan dia cacat ??"
● lelaki menjawab :
" tidak ,, dia mash kelihatan sama seperti dulu .."
● maka sheikh bertanya lagi :
"adakah kamu mempunyai kesukaran menundukkan pandangan mu kepada wanita-wanita yang berjalan di hadapanmu ??
"adakah kamu meminati pornography ??
● lelaki menjawab jujur :
" ya ,, bagaimana sheikh tahu perkara tersebut ??"
● sheikh berpesan :
" bila kamu terlibat dengan perkara HARAM ,,
suka kepada yang haram ,,
tidur makan dan bernafas kepada perkara yang haram ..
maka yang HALAL akan MENJADI JIJIK bagimu .."
Allahul musta'an.
via muslimah solehah
wahai syaikh ,, aku telah lama menikah dan mempunyai anak-anak ,, tapi semenjak beberapa tahun ini ,, aku merasakan aku tidak lagi tertarik kepada isteriku ..
● sheikh mula bertanya :
"adakah isterimu telah gemuk ??"
● lelaki menjawab :
" tidak ,, dia kelihatan sama seperti dulu .."
● sheikh ber'tanya lagi :
" adakah dia terlibat dlm kemalangan yang m'yebabkan dia cacat ??"
● lelaki menjawab :
" tidak ,, dia mash kelihatan sama seperti dulu .."
● maka sheikh bertanya lagi :
"adakah kamu mempunyai kesukaran menundukkan pandangan mu kepada wanita-wanita yang berjalan di hadapanmu ??
"adakah kamu meminati pornography ??
● lelaki menjawab jujur :
" ya ,, bagaimana sheikh tahu perkara tersebut ??"
● sheikh berpesan :
" bila kamu terlibat dengan perkara HARAM ,,
suka kepada yang haram ,,
tidur makan dan bernafas kepada perkara yang haram ..
maka yang HALAL akan MENJADI JIJIK bagimu .."
Allahul musta'an.
via muslimah solehah
sabda Rasulullah Shallallahu’alahi Wasallam ,
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Artinya: “Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.”
[Hadits ini di riwayatkan oleh Bukhari dalam Shahihnya, Kitabul Adab, bab Man Busitha Lahu Minar Rizqi Bi Shilatirrahim (10/429). Muslim dalam Shahihnya, Kitabul Birri Wal Shilah Wal Adab, bab Shilaturrahim Wa Tahrimu Qathi’atiha (16/330). Abu Daud dalam Sunannya, kitab Az Zakat, Bab Fi Shilaturrahmi no. 1693], dengan lafadz,
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Artinya: “Barangsiapa yang suka dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya, maka sambunglah silaturahim.”
[At Tirmidzi dalam Jami’nya, no. 1865, Ibnu Majah dalam Sunannya no. 3663 dan Ahmad dalam Musnadnya sebanyak 10 riwayat]
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Artinya: “Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.”
[Hadits ini di riwayatkan oleh Bukhari dalam Shahihnya, Kitabul Adab, bab Man Busitha Lahu Minar Rizqi Bi Shilatirrahim (10/429). Muslim dalam Shahihnya, Kitabul Birri Wal Shilah Wal Adab, bab Shilaturrahim Wa Tahrimu Qathi’atiha (16/330). Abu Daud dalam Sunannya, kitab Az Zakat, Bab Fi Shilaturrahmi no. 1693], dengan lafadz,
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Artinya: “Barangsiapa yang suka dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya, maka sambunglah silaturahim.”
[At Tirmidzi dalam Jami’nya, no. 1865, Ibnu Majah dalam Sunannya no. 3663 dan Ahmad dalam Musnadnya sebanyak 10 riwayat]
Ahmad bin Thulun adalah salah seorang pemimpin
Mesir Zaman dahulu dan juga merupakan seorang Ulama yang memiliki
kedudukan yang mulia. Nama lengkapnya adalah Abu Al-Hasan bin Ahmad bin
Banan. Beliau rahimahullah pernah mendekam di penjara.
Penyebab dia dijebloskan ke penjara adalah karena dia dahulu pernah menemui salah seorang pejabat, lalu beliau mendakwahinya. Pejabat tersebut pun marah kepada beliau seperti orang yang pura – pura tidak mengetahui sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam : “Ada dua orang yang apabila dua orang ini baik, maka menjadi baiklah umat dan apabila buruk, maka akan menjadi buruklah umat tersebut yakni para ulama dan umara.”
Pejabat itu marah dan hilanglah kesabaran nya lalu dia memerintahkan kepada para tentaranya : “Seretlah orang ini dan sodorkanlah dia kepada singa yang lapar. Kemudian kuncilah dia bersama singa tersebut dan biarkanlah dia hingga tubuhnya habis dimakan singa.”
Ulama tersebut yakni Ahmad Thulun dimasukkan ke dalam penjara dengan Singa yang sedang kelaparan. Keesokan harinya, para penjaga penjara menemukan ulama tersebut sedang duduk dengan tenang dan nyaman sambil berdzikir mengingat Allah Ta’ala dan membaca ayat – ayat Al-Quran yang penuh berkah.
Mereka mendapati singa yang kemarin kelaparan tersebut sedang menundukkan kepalanya dengan tenang dan penuh kekhusyukan, menyimak ayat – ayat al-Quran (yang dibacakan).
Bagaimana bisa demikian? Ketahuilah karena sesungguhnya al-Quran itu adalah firman Allah Subhanahu wa ta’ala : Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman : “Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.” [al-Quran surat az-Zumar ayat 23]
Kemudian bagaimana tidak? Yang telah menurunkan al-Quran itu adalah Allah Ta’ala yang telah berfirman : “Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” [al-Quran surat al-Hasyr ayat 21]
['Ajaib al-Qishash hal 82. Lihat, Agar Anak Mudah Menghafal al-Quran hal 156-158. Hamdan Hamud Al-Hajiri]
Subhanallah… Jika Singa yang buas yang sedang kelaparan saja khusyu’ mendengarkan al-Quran, lalu bagaimana dengan kita? Kita bisa membaca al-Quran, alhamdulillah. Tapi sudah kah kita khusyu’ dan mengambil pelajaran dari al-Quran?
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman : Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? [al-Qamar ayat 17, 22, 32, 40]
Sumber: Prima Ibnu Firdaus Al-Mirluny via @ Kisah Teladan & Sejarah Islam
Subhanallah
Penyebab dia dijebloskan ke penjara adalah karena dia dahulu pernah menemui salah seorang pejabat, lalu beliau mendakwahinya. Pejabat tersebut pun marah kepada beliau seperti orang yang pura – pura tidak mengetahui sabda Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam : “Ada dua orang yang apabila dua orang ini baik, maka menjadi baiklah umat dan apabila buruk, maka akan menjadi buruklah umat tersebut yakni para ulama dan umara.”
Pejabat itu marah dan hilanglah kesabaran nya lalu dia memerintahkan kepada para tentaranya : “Seretlah orang ini dan sodorkanlah dia kepada singa yang lapar. Kemudian kuncilah dia bersama singa tersebut dan biarkanlah dia hingga tubuhnya habis dimakan singa.”
Ulama tersebut yakni Ahmad Thulun dimasukkan ke dalam penjara dengan Singa yang sedang kelaparan. Keesokan harinya, para penjaga penjara menemukan ulama tersebut sedang duduk dengan tenang dan nyaman sambil berdzikir mengingat Allah Ta’ala dan membaca ayat – ayat Al-Quran yang penuh berkah.
Mereka mendapati singa yang kemarin kelaparan tersebut sedang menundukkan kepalanya dengan tenang dan penuh kekhusyukan, menyimak ayat – ayat al-Quran (yang dibacakan).
Bagaimana bisa demikian? Ketahuilah karena sesungguhnya al-Quran itu adalah firman Allah Subhanahu wa ta’ala : Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman : “Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.” [al-Quran surat az-Zumar ayat 23]
Kemudian bagaimana tidak? Yang telah menurunkan al-Quran itu adalah Allah Ta’ala yang telah berfirman : “Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” [al-Quran surat al-Hasyr ayat 21]
['Ajaib al-Qishash hal 82. Lihat, Agar Anak Mudah Menghafal al-Quran hal 156-158. Hamdan Hamud Al-Hajiri]
Subhanallah… Jika Singa yang buas yang sedang kelaparan saja khusyu’ mendengarkan al-Quran, lalu bagaimana dengan kita? Kita bisa membaca al-Quran, alhamdulillah. Tapi sudah kah kita khusyu’ dan mengambil pelajaran dari al-Quran?
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman : Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? [al-Qamar ayat 17, 22, 32, 40]
Sumber: Prima Ibnu Firdaus Al-Mirluny via @ Kisah Teladan & Sejarah Islam
Subhanallah
TOKOH INSPIRATIF ISLAM
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Suatu hari
Umar ra datang menemui Rasulullah dengan menangis. Rasulullah pun
bertanya kepadanya, "Apa gerangan yang menyebabkan engkau menangis,
wahai Umar?"
Kata Umar, "Sungguh hati saya merasa tersentuh oleh ratapan seorang pemuda yang ada dipintu rumah tuan!"
Rasulullah pun memerintahkan Umar untuk membawa pemuda itu.
Ketika pemuda itu telah sampai dihadapan Rasulullah, beliaupun bertanya kepadanya, "Wahai Pemuda, apa gerangan yang menyebabkan engkau menangis dan meratap?"
Pemuda itu menjawab , "Wahai Rasulullah, yang membuat saya menangis ialah banyaknya dosa yang terlanjur saya lakukan ! Saya takut bila Allah murka kepada saya!" Beliau kembali bertanya, "Apakah engkau mempersekutukan Allah dengan sesuatu ?"
"Tidak!" jawab pemuda itu. "Apakah engkau telah membunuh orang dengan tanpa hak?" tanya Rasulullah .
"tidak !" jawab pemuda itu. "Allah akan mengampuni semua dosamu, meskipun dosamu itu sepenuh tujuh langit dan bumi!" jelas Rasulullah sembari menenangkan pemuda itu.
Mendengar penjelasan Rasulullah , pemuda itupun berkata, "Wahai Rasulullah, dosa saya lebih besar dari tujuh langit dan gunung yang tegak berdiri!"
Beliau pun menimpali , “Apakah dosamu lebih besar dari kursi (kekuasaan ) Allah?”.
“Dosa saya lebih besar lagi !: ratap pemuda itu. “Apakah dosamu lebih besar dari Arsy?” beliau kembali bertanya. “Dosa saya lebih besar dari itu !” jawab pemuda itu. “Apakah dosamu lebih besar , ataukah Allah?” Tanya Rasulullah.
“Allah tentu yang lebih besar dan lebih Agung , tapi saya malu kepadamu, Wahai Rasulullah, jawab pemuda itu.
Beliaupun bersabda, :Janganlah engkau malu, beritahukan dosamu kepada saya!” pinta Rasulullah.
Oleh karena beliau yang meminta , maka pemuda itupun tak kuasa untuk menolaknya. Akhirnya iapun menceritakan dosa yang telah dikerjakannya, seraya berkata :
“Wahai Rasulullah, sungguh saya adalah seorang pemuda pembongkar mayat dalam kubur sejak 7 tahun yang lalu.
Suatu ketika ada seorang gadis putri seorang sahabat golongan Anshar yang meninggal dunia, maka saya pun membongkar kuburnya dan mengeluarkannya dari kafannya, karena tergoda bisikan syetan , saya pun menggaulinya.
Tiba-tiba gadis itu berbicara, “Tidakkah engkau malu kepada Kitab Allah dan pada hari dia meletakkan ‘kursinya” untuk memberikan hukum serta mengambil hak orang yang dianiaya dari orang yang telah menganiayanya? Mengapa engkau jadikan aku telanjang dihari penghimpunan kelak, dari orang-orang yang telah meninggal dunia? Mengapa engkau jadikan aku berdiri dalam keadaan junub diharibaan Allah?”
Mendengar cerita itu Rasulullah pun meloncat karena gusarnya . Dengan suara keras , beliau berkata, “Wahai pemuda Fasiq, keluar dan jauh-jauhlah kamu dari saya, tidak ada balasan yang pantas untukmu kecuali neraka!”
Pemuda itupun keluar dengan menangis sejadi-jadinya . Ia menjauh dari khalayak ramai dan menuju kepadang pasir yang luas, dengan tidak mau makan dan minum sesuatupun, serta tidak bisa tidur sampai tujuh hari lamanya.
Tubuhnyapun menjadi lemah dan lunglai, hingga iapun jatuh tersungkur dipermukaan tanah berpasir yang maha luas itu.
Seraya meletakkan wajahnya dipasir sambil bersujud, ia berdoa dan meratap.
“Wahai Tuhan, aku adalah hamba-Mu yang berdosa dan Bersalah. Aku telah datang ke pintu Rasul-Mu agar dia bisa menolongku di sisi-Mu. Namun ketika ia mendengar dosaku yang sangat besar, ia mengusir dan mengeluarkan aku dari pintunya.
Kini aku datang kepintu-Mu, agar engkau berkenan menjadi penolongku di sisi Kekasih-Mu. Sesungguhnya engkau maha pengasih kepada hamba-hamba-MU . Tak ada lagi harapanku kecuali kepada-Mu .
Kalau tidak mungkin, maka lebih baik kirimkan saja api neraka dari sisi-Mu, dan bakarlah aku dengan api itu didunia-Mu ini, sebelum aku engkau bakar diakhirat-Mu nanti!”
Sepeninggal pemuda itu , Rasulullah didatangi oleh malaikat jibril , seraya berkata, “Wahai Rasulullah, Allah telah berkirim salam kepada-Mu!” Beliaupun menjawab salam Allah.
Setelah itu malaikat Jibril kembali berkata, “Allah bertanya kepadamu , apakah kamu yang telah menciptakan para makhluk?” Beliau menjawab , “Tentu saja tidak, Allah yang telah menciptakan semuanya!”
“Allah juga bertanya kepadamu, Apakah kamu yang telah memberi rezeki kepada makhluk-makhluk Allah?” malaikat jibril kembali bertanya.
“Tentu saja Allahlah yang telah memberi rezeki kepada mereka , bahkan juga kepadaku!” jawab beliau.
“Apakah kamu yang berhak menerima taubat seseorang?” kembali malaikat jibril bertanya. “Allahlah yang berhak menerima dan mengampuni dosa hamba-hamba-Nya!’ jawab beliau.
Mendengar jawaban-jawaban Rasulullah , malaikat jibrilpun berkata , “Allah telah berfirman kepadamu , “Telah aku kirimkan seorang hamba-Ku yang menerangkan satu dosanya kepadamu, tapi mengapa engkau berpaling daripadanya dan sangat marah kepadanya?
Lalu bagaimana keadaan orang-orang mukmin besok, jika mereka itu datang padamu dengan dosa yang lebih besar seperti gunung?
Kamu adalah Utusan-Ku yang aku utus sebagai rahmat untuk seluruh alam, maka jadilah engkau orang yang berkasih sayang kepada orang-orang beriman dan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa .
Maafkanlah kesalahan hamba-Ku, karena aku telah menerima taubatnya dan mengampuni dosanya”.
Mendengar teguran Allah, Rasulullahpun mengutus beberapa orang sahabatnya untuk menemui pemuda yang pernah diusir Rasulullah itu.
Akhirnya mereka menemukannya dan merekapun memberikan kabar gembira tentang ampunan Allah kepadanya. Lalu mereka membawa pemuda itu kepada Rasulullah , dan kebetulan saat mereka sampai beliau sedang mengerjakan Shalat. Maka merekapun segera bermakmum dibelakangnya.
Setelah selesai membaca surat Alfatihah beliaupun membaca surat At-takasur baru saja beliau sampai ayat “Hatta zurtumul maqabir (sampai kamu masuk kedalam kubur),” maka pemuda itupun menjerit keras dan jatuh.
Ketika orang-orang telah selesai Shalat, merekapun mendapati ternyata pemuda itu telah meninggal dunia. Allah berkenan menerima taubatnya dan memasukkannya kedalam kelompok hamba Allah Yang Shaleh
Wallahu a'lam bishshawab, ..
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ....
Kata Umar, "Sungguh hati saya merasa tersentuh oleh ratapan seorang pemuda yang ada dipintu rumah tuan!"
Rasulullah pun memerintahkan Umar untuk membawa pemuda itu.
Ketika pemuda itu telah sampai dihadapan Rasulullah, beliaupun bertanya kepadanya, "Wahai Pemuda, apa gerangan yang menyebabkan engkau menangis dan meratap?"
Pemuda itu menjawab , "Wahai Rasulullah, yang membuat saya menangis ialah banyaknya dosa yang terlanjur saya lakukan ! Saya takut bila Allah murka kepada saya!" Beliau kembali bertanya, "Apakah engkau mempersekutukan Allah dengan sesuatu ?"
"Tidak!" jawab pemuda itu. "Apakah engkau telah membunuh orang dengan tanpa hak?" tanya Rasulullah .
"tidak !" jawab pemuda itu. "Allah akan mengampuni semua dosamu, meskipun dosamu itu sepenuh tujuh langit dan bumi!" jelas Rasulullah sembari menenangkan pemuda itu.
Mendengar penjelasan Rasulullah , pemuda itupun berkata, "Wahai Rasulullah, dosa saya lebih besar dari tujuh langit dan gunung yang tegak berdiri!"
Beliau pun menimpali , “Apakah dosamu lebih besar dari kursi (kekuasaan ) Allah?”.
“Dosa saya lebih besar lagi !: ratap pemuda itu. “Apakah dosamu lebih besar dari Arsy?” beliau kembali bertanya. “Dosa saya lebih besar dari itu !” jawab pemuda itu. “Apakah dosamu lebih besar , ataukah Allah?” Tanya Rasulullah.
“Allah tentu yang lebih besar dan lebih Agung , tapi saya malu kepadamu, Wahai Rasulullah, jawab pemuda itu.
Beliaupun bersabda, :Janganlah engkau malu, beritahukan dosamu kepada saya!” pinta Rasulullah.
Oleh karena beliau yang meminta , maka pemuda itupun tak kuasa untuk menolaknya. Akhirnya iapun menceritakan dosa yang telah dikerjakannya, seraya berkata :
“Wahai Rasulullah, sungguh saya adalah seorang pemuda pembongkar mayat dalam kubur sejak 7 tahun yang lalu.
Suatu ketika ada seorang gadis putri seorang sahabat golongan Anshar yang meninggal dunia, maka saya pun membongkar kuburnya dan mengeluarkannya dari kafannya, karena tergoda bisikan syetan , saya pun menggaulinya.
Tiba-tiba gadis itu berbicara, “Tidakkah engkau malu kepada Kitab Allah dan pada hari dia meletakkan ‘kursinya” untuk memberikan hukum serta mengambil hak orang yang dianiaya dari orang yang telah menganiayanya? Mengapa engkau jadikan aku telanjang dihari penghimpunan kelak, dari orang-orang yang telah meninggal dunia? Mengapa engkau jadikan aku berdiri dalam keadaan junub diharibaan Allah?”
Mendengar cerita itu Rasulullah pun meloncat karena gusarnya . Dengan suara keras , beliau berkata, “Wahai pemuda Fasiq, keluar dan jauh-jauhlah kamu dari saya, tidak ada balasan yang pantas untukmu kecuali neraka!”
Pemuda itupun keluar dengan menangis sejadi-jadinya . Ia menjauh dari khalayak ramai dan menuju kepadang pasir yang luas, dengan tidak mau makan dan minum sesuatupun, serta tidak bisa tidur sampai tujuh hari lamanya.
Tubuhnyapun menjadi lemah dan lunglai, hingga iapun jatuh tersungkur dipermukaan tanah berpasir yang maha luas itu.
Seraya meletakkan wajahnya dipasir sambil bersujud, ia berdoa dan meratap.
“Wahai Tuhan, aku adalah hamba-Mu yang berdosa dan Bersalah. Aku telah datang ke pintu Rasul-Mu agar dia bisa menolongku di sisi-Mu. Namun ketika ia mendengar dosaku yang sangat besar, ia mengusir dan mengeluarkan aku dari pintunya.
Kini aku datang kepintu-Mu, agar engkau berkenan menjadi penolongku di sisi Kekasih-Mu. Sesungguhnya engkau maha pengasih kepada hamba-hamba-MU . Tak ada lagi harapanku kecuali kepada-Mu .
Kalau tidak mungkin, maka lebih baik kirimkan saja api neraka dari sisi-Mu, dan bakarlah aku dengan api itu didunia-Mu ini, sebelum aku engkau bakar diakhirat-Mu nanti!”
Sepeninggal pemuda itu , Rasulullah didatangi oleh malaikat jibril , seraya berkata, “Wahai Rasulullah, Allah telah berkirim salam kepada-Mu!” Beliaupun menjawab salam Allah.
Setelah itu malaikat Jibril kembali berkata, “Allah bertanya kepadamu , apakah kamu yang telah menciptakan para makhluk?” Beliau menjawab , “Tentu saja tidak, Allah yang telah menciptakan semuanya!”
“Allah juga bertanya kepadamu, Apakah kamu yang telah memberi rezeki kepada makhluk-makhluk Allah?” malaikat jibril kembali bertanya.
“Tentu saja Allahlah yang telah memberi rezeki kepada mereka , bahkan juga kepadaku!” jawab beliau.
“Apakah kamu yang berhak menerima taubat seseorang?” kembali malaikat jibril bertanya. “Allahlah yang berhak menerima dan mengampuni dosa hamba-hamba-Nya!’ jawab beliau.
Mendengar jawaban-jawaban Rasulullah , malaikat jibrilpun berkata , “Allah telah berfirman kepadamu , “Telah aku kirimkan seorang hamba-Ku yang menerangkan satu dosanya kepadamu, tapi mengapa engkau berpaling daripadanya dan sangat marah kepadanya?
Lalu bagaimana keadaan orang-orang mukmin besok, jika mereka itu datang padamu dengan dosa yang lebih besar seperti gunung?
Kamu adalah Utusan-Ku yang aku utus sebagai rahmat untuk seluruh alam, maka jadilah engkau orang yang berkasih sayang kepada orang-orang beriman dan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa .
Maafkanlah kesalahan hamba-Ku, karena aku telah menerima taubatnya dan mengampuni dosanya”.
Mendengar teguran Allah, Rasulullahpun mengutus beberapa orang sahabatnya untuk menemui pemuda yang pernah diusir Rasulullah itu.
Akhirnya mereka menemukannya dan merekapun memberikan kabar gembira tentang ampunan Allah kepadanya. Lalu mereka membawa pemuda itu kepada Rasulullah , dan kebetulan saat mereka sampai beliau sedang mengerjakan Shalat. Maka merekapun segera bermakmum dibelakangnya.
Setelah selesai membaca surat Alfatihah beliaupun membaca surat At-takasur baru saja beliau sampai ayat “Hatta zurtumul maqabir (sampai kamu masuk kedalam kubur),” maka pemuda itupun menjerit keras dan jatuh.
Ketika orang-orang telah selesai Shalat, merekapun mendapati ternyata pemuda itu telah meninggal dunia. Allah berkenan menerima taubatnya dan memasukkannya kedalam kelompok hamba Allah Yang Shaleh
Wallahu a'lam bishshawab, ..
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ....
KISAH UNTUK RENUNGAN DAN MOTIVASI
Doa meminta Istri dan Keturunan yang Menyejukkan Mata
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Robbana hab lanaa min azwaajina wa zurriyyatinaa qurrota a'yun waj'alnaa lilmuttaqiina imaama.
Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
(Do'a ini terdapat di dalam al-quran surat Al Furqon ayat 74)
semoga Allah segera memberikan jodoh bagi yang belum memiliki dan menganugerahi anak bagi mereka yang berharap keturunan.
Aamiin
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Robbana hab lanaa min azwaajina wa zurriyyatinaa qurrota a'yun waj'alnaa lilmuttaqiina imaama.
Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
(Do'a ini terdapat di dalam al-quran surat Al Furqon ayat 74)
semoga Allah segera memberikan jodoh bagi yang belum memiliki dan menganugerahi anak bagi mereka yang berharap keturunan.
Aamiin
Panjatkan selalu do’a berikut ini agar kita dimudahkan jalan ke surga dan dijauhkan dari neraka.
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِى خَيْرًا
Allahumma inni as-alukal jannah wa maa qorroba ilaihaa min qoulin aw ‘amal, wa a’udzu bika minan naari wa maa qorroba ilaihaa min qoulin aw ‘amal, wa as-aluka an-taj’ala kulla qodho-in qodhoitahu lii khoiroo
[Ya Allah aku meminta kepada-Mu surga dan segala perkataan atau perbuatan yang mendekatkanku kepada surga. Aku pun meminta perlindungan-Mu dari neraka dan segala hal yang mendekatkan padanya. Aku memohon pula pada-Mu agar Engkau menjadikan setiap yang Engkau takdirkan bagiku adalah baik]
(HR. Ibnu Majah no. 3846 dan Ahmad 1: 172. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِى خَيْرًا
Allahumma inni as-alukal jannah wa maa qorroba ilaihaa min qoulin aw ‘amal, wa a’udzu bika minan naari wa maa qorroba ilaihaa min qoulin aw ‘amal, wa as-aluka an-taj’ala kulla qodho-in qodhoitahu lii khoiroo
[Ya Allah aku meminta kepada-Mu surga dan segala perkataan atau perbuatan yang mendekatkanku kepada surga. Aku pun meminta perlindungan-Mu dari neraka dan segala hal yang mendekatkan padanya. Aku memohon pula pada-Mu agar Engkau menjadikan setiap yang Engkau takdirkan bagiku adalah baik]
(HR. Ibnu Majah no. 3846 dan Ahmad 1: 172. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
KUMPULAN DOA-DOA
Seorang pelajar yang baru saja pulang dari
medan perang menelepon orangtuanya di rumah. Orangtuanya begitu senang
mendengar bahwa anaknya telah kembali. Mereka segera menyuruh pemuda itu
untuk pulang ke rumah. Pemuda itupun sudah tidak sabar lagi rasanya
untuk berkumpul kembali dengan keluarganya setelah berbulan bulan
lamanya ia harus berada di negara lain untuk berperang.
Pemuda itu menanyakan pada orangtuanya apakah ia boleh membawa sahabatnya untuk tinggal bersama sama mereka. Orangtuanya setuju saja lagipula mereka masih punya satu kamar extra di rumah, satu orang tentunya tidak akan begitu merepotkan. ” tetapi sahabatku itu cacat Ia hanya memiliki satu lengan dan satu kaki saja “. Demikian si pemuda itu memberi penjelasan agar orangtuanya tidak terkejut nantinya.
Mendengar hal itu orangtuanya mengurungkan niatnya. Mereka mencoba memberi penjelasan pada putranya, “Tidakkah sebaiknya kita membawa temanmu itu ke panti perawatan korban perang? Kita akan kerepotan mengurus segala keperluannya nantinya. Sudahlah, sebaiknya kamu segera pulang saja. Kami sudah sangat merindukanmu. Besok pagi kami akan segera menjemputmu. Dimana kamu tinggal sekarang?”. Mendengar jawaban orangtuanya, pemuda itu memberikan hotelnya dan menutup telepon dengan kecewa.
Keesokan harinya orangtua pemuda itu menjemputnya di Hotel dan menemukan kabar bahwa pemuda itu telah bunuh diri dengan cara menjatuhkan dirinya lewat jendela. Setelah melihat mayat putranya,betapa hancur hati mereka mengetahui bahwa ternyata putranya itu hanya memiliki satu Lengan dan satu kaki.
Seringkali kita lupa bahwa mengasihi adalah menerima diri orang lain SEUTUHNYA tanpa syarat.
Mengasihi suami bukanlah hanya pada saat dirinya begitu gagah dan mapan dengan pekerjaan yang menjanjikan.
Mengasihi isteri adalah menerima dirinya apa adanya dengan kondisi fisik seperti apapun.
Mengasihi anak adalah bisa memuji dan memberinya semangat sekalipun kemampuannya jauh di bawah rata rata anak seumurannya.
Mengasihi Orangtua adalah bangga memiliki mereka sekalipun mereka bukan orangtua yang sempurna.
MENGASIHI ADALAH MENERIMA ORANG LAIN APA ADANYA.
Pemuda itu menanyakan pada orangtuanya apakah ia boleh membawa sahabatnya untuk tinggal bersama sama mereka. Orangtuanya setuju saja lagipula mereka masih punya satu kamar extra di rumah, satu orang tentunya tidak akan begitu merepotkan. ” tetapi sahabatku itu cacat Ia hanya memiliki satu lengan dan satu kaki saja “. Demikian si pemuda itu memberi penjelasan agar orangtuanya tidak terkejut nantinya.
Mendengar hal itu orangtuanya mengurungkan niatnya. Mereka mencoba memberi penjelasan pada putranya, “Tidakkah sebaiknya kita membawa temanmu itu ke panti perawatan korban perang? Kita akan kerepotan mengurus segala keperluannya nantinya. Sudahlah, sebaiknya kamu segera pulang saja. Kami sudah sangat merindukanmu. Besok pagi kami akan segera menjemputmu. Dimana kamu tinggal sekarang?”. Mendengar jawaban orangtuanya, pemuda itu memberikan hotelnya dan menutup telepon dengan kecewa.
Keesokan harinya orangtua pemuda itu menjemputnya di Hotel dan menemukan kabar bahwa pemuda itu telah bunuh diri dengan cara menjatuhkan dirinya lewat jendela. Setelah melihat mayat putranya,betapa hancur hati mereka mengetahui bahwa ternyata putranya itu hanya memiliki satu Lengan dan satu kaki.
Seringkali kita lupa bahwa mengasihi adalah menerima diri orang lain SEUTUHNYA tanpa syarat.
Mengasihi suami bukanlah hanya pada saat dirinya begitu gagah dan mapan dengan pekerjaan yang menjanjikan.
Mengasihi isteri adalah menerima dirinya apa adanya dengan kondisi fisik seperti apapun.
Mengasihi anak adalah bisa memuji dan memberinya semangat sekalipun kemampuannya jauh di bawah rata rata anak seumurannya.
Mengasihi Orangtua adalah bangga memiliki mereka sekalipun mereka bukan orangtua yang sempurna.
MENGASIHI ADALAH MENERIMA ORANG LAIN APA ADANYA.
KISAH UNTUK RENUNGAN DAN MOTIVASI
Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?
Apakah kejahatan itu ada? Apakah Tuhan menciptakan kejahatan? Seorang
Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa
nya dengan pertanyaan ini.
“Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”.
“Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi.
“Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.
Profesor itu menjawab,
“Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut.
Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.
Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”
“Tentu saja,” jawab si Profesor
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”
“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Apakah kamu tidak pernah sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.
Mahasiswa itu menjawab,
“Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.”
Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?”
Profesor itu menjawab, “Tentu saja gelap itu ada.”
Mahasiswa itu menjawab,
“Sekali lagi anda salah, Pak.Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak.”
“Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna.”
“Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”
Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”
Dengan bimbang professor itu menjawab,
“Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”
Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab,
“Sekali lagi Anda salah, Pak. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan.”
“Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Tuhan di hati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”
Profesor itu terdiam.
Dan mahasiswa itu adalah,
Albert Einstein.
“Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”.
“Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi.
“Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.
Profesor itu menjawab,
“Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut.
Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.
Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”
“Tentu saja,” jawab si Profesor
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”
“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Apakah kamu tidak pernah sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.
Mahasiswa itu menjawab,
“Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.”
Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?”
Profesor itu menjawab, “Tentu saja gelap itu ada.”
Mahasiswa itu menjawab,
“Sekali lagi anda salah, Pak.Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak.”
“Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna.”
“Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”
Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”
Dengan bimbang professor itu menjawab,
“Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”
Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab,
“Sekali lagi Anda salah, Pak. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan.”
“Tuhan tidak menciptakan kejahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Tuhan di hati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”
Profesor itu terdiam.
Dan mahasiswa itu adalah,
Albert Einstein.
TOKOH MOTIVATOR
Berikut ini adalah Beberapa Azab yang akan di timpakan bagi orang yang meninggalkan sholat 5
waktu :
5 AZAB YANG DITIMPAKAN DI DUNIA
1. Akan dicabut keberkahan umurnya
2. Ciri-ciri ke shalehannya akan di cabut dari wajahnya
3. Setiap amal yang dilakukannya tidak akan di beri pahala oleh Allah SWT.
4. Doanya tidak akan diangkat ke langit
5. Tidak mendapat bagian dari do’a-do’anya orang yang shaleh
(Tidak akan dapat bagian dari percikan doa- doanya
para Sholihin).
3 AZAB KETIKA AKAN MATI
1. Ia akan mati dalam keadaan hina (su’ul khotimah)
2. Ia akan mati dalam keadaan lapar
3. Ia akan mati dalam keadaan haus, walaupun di beri air minum tidak akan menghilangkan rasa
hausnya (walau dituangkan air tawar laksana lautan ia akan tetap haus.)Nauzubilah minzaliik
3 AZAB DI DALAM KUBUR
1. Kubur akan menjepitnya hingga tulang rusuknya bersilangan
2. Akan dinyalakan api didalam kuburnya, dan ia akan bergulingan diatasnya siang dan malam
3. Allah akan memasukan ular dalam kuburnya. Ular itu yang bernama Sijaul Aqra dan ular itu akan
memukulnya sampai hari Qiamat dan setiap pukulan Ular itu, ia akan ditenggelamkan ke dalam
kuburnya 70 hasta.
3 AZAB KETIKA HARI KIAMAT
1. Hisabnya sangat keras
2. Allah akan memarahinya
3. Masuk kedalam neraka jahanam
waktu :
5 AZAB YANG DITIMPAKAN DI DUNIA
1. Akan dicabut keberkahan umurnya
2. Ciri-ciri ke shalehannya akan di cabut dari wajahnya
3. Setiap amal yang dilakukannya tidak akan di beri pahala oleh Allah SWT.
4. Doanya tidak akan diangkat ke langit
5. Tidak mendapat bagian dari do’a-do’anya orang yang shaleh
(Tidak akan dapat bagian dari percikan doa- doanya
para Sholihin).
3 AZAB KETIKA AKAN MATI
1. Ia akan mati dalam keadaan hina (su’ul khotimah)
2. Ia akan mati dalam keadaan lapar
3. Ia akan mati dalam keadaan haus, walaupun di beri air minum tidak akan menghilangkan rasa
hausnya (walau dituangkan air tawar laksana lautan ia akan tetap haus.)Nauzubilah minzaliik
3 AZAB DI DALAM KUBUR
1. Kubur akan menjepitnya hingga tulang rusuknya bersilangan
2. Akan dinyalakan api didalam kuburnya, dan ia akan bergulingan diatasnya siang dan malam
3. Allah akan memasukan ular dalam kuburnya. Ular itu yang bernama Sijaul Aqra dan ular itu akan
memukulnya sampai hari Qiamat dan setiap pukulan Ular itu, ia akan ditenggelamkan ke dalam
kuburnya 70 hasta.
3 AZAB KETIKA HARI KIAMAT
1. Hisabnya sangat keras
2. Allah akan memarahinya
3. Masuk kedalam neraka jahanam
KISAH UNTUK RENUNGAN DAN MOTIVASI
Pernahkah kalian mendengar istilah
"Ubasuteyama"? Mungkin tidak. Kita lebih mengenal doraemon atau naruto.
Tapi tidak apa, catatan pendek ini akan membahas tentang ubasuteyama
ini. Dalam bahasa Jepang, artinya "gunung pembuangan nenek". Ini cerita
legenda di Jepang, ada beberapa versi, tapi yang manapun itu,
mengharukan sekali. Akan saya ceritakan ulang, sy tulis dengan pendekatan sedikit berbeda, dengan versi Indonesia, tanpa mengurangi maknanya, here we go.
Tersebutlah seorang anak, kita sebut saja namanya Bambang. Dia anak semata wayang, dibesarkan penuh kasih sayang oleh Ibunya. Ayahnya meninggal saat Bambang masih kecil, maka repot betullah Ibunya mengasuh si Bambang ini. Apalagi pekerjaannya hanya pengumpul kayu bakar di tepi hutan lebat, sambil menanam kentang di lahan terbatas. Setiap musim salju datang, alamat tambah sulit hidup mereka (eh, anggap saja di Indonesia ada salju).
Tapi Ibu si Bambang sungguh wanita yang tangguh. Dia bertahan dari segala kesusahan hidup. Hari demi hari. Bulan demi bulan. Tahun demi tahun. Si Bambang kecil beranjak menjadi remaja. Kabar baiknya, si Bambang kecil ini jenius. Maka satu demi satu kesuksesan hadir di rumah sederhana itu. Si Bambang berhasil masuk sekolah terbaik, memperoleh beasiswa. Hingga akhirnya bisa kuliah tinggi. Bukan main. Dia kuliah di ibukota, di kampus paling top, dan juara pula.
Nah, persis saat Bambang mulai merengkuh sukses kisah hidupnya, kisah indah Ibunya ini mulai menikung tajam, meluncur turun ke bagian menyedihkan. Saat wisuda, saat Ibunya datang dari kampung, si Bambang malu sekali dengan teman2nya. Lihatlah, Ibunya berpakaian kumal, wajahnya keriput, tidak ada cantik2nya. Apalagi saat dia mengenalkan Ibunya ke teman wanita yang ditaksirnya, lebih malu lagi, sebenarnya kalau bisa memilih, ingin rasanya si Bambang menyuruh Ibunya tinggal di penginapan saja, tdk usah hadir di acara wisudanya. Belum lagi tingkah kikuk ibunya yang salah jalan, melintas di panggung, menganggu perayaan wisuda itu. Membuat orang berbisik-bisik,siapa orang tua kumuh itu?
Bertahun2 berlalu lagi, si Bambang mendapatkan pekerjaan bagus. Gajinya tinggi, bisa beli rumah, bisa beli mobil. Dan menurut pikiran si Bambang, dia semakin repot harus mengurus Ibunya. Bukankah dia sudah membangunkan rumah bagus di kampung buat ibunya? Sudah memberikan uang bulanan? Apalagi yang kurang? Hingga si Bambang menikah, berat hati si Bambang mengundang Ibunya ke kota, untuk menghadiri pesta pernikahan tersebut. Memperkenalkan Ibunya ke kolega, rekan kerja, ke atasan, dsbgnya. Bagaimana mungkin anak muda yang karirnya cemerlang punya Ibu merepotkan seperti ini? Siapa ibu tua yang barusaja kikuk menumpahkan air di tengah ruangan pesta.
Bertahun2 lagi berlalu, Ibunya mulai jatuh sakit2an. Maka semakin repot saja si Bambang bolak-balik pulang ke kampung. Lihatlah, Ibunya terbaring lemah tidak berdaya. Tidak produktif, tidak bisa bekerja. Hanya menjadi beban bagi banyak orang. Mengganggu kebahagian dia dan istrinya malah, juga pekerjaan, kesibukan--karena harus menghabiskan waktu untuk Ibunya. Kenapa ibunya nggak mengurus diri sendiri, sih? Merepotkan saja.
Si Bambang pendek pikiran, maka dia memutuskan untuk membuang Ibu-nya ke dalam hutan. Kita anggap saja, jaman itu, sudah menjadi tradisi, membuang orang tua yang tidak berguna lagi ke dalam hutan. Bahkan semua orang menganggapnya lumrah, daripada menambah beban ekonomi, memperlambat kemajuan, buang saja orang tua ke 'Ubasuteyama', gunung pembuangan nenek. Tidak ada yang salah dengan cara itu, toh? Di jaman modern besok lusa, orang2 juga mudah saja 'membuang' orang tua ke panti jompo, meninggalkannyasendirian di rumah, dsbgnya.
Di pagi hari yang sudah diputuskan Bambang, dia menggendong Ibunya, membawanya masuk ke dalam gerbang hutan. Melangkah pasti. Sudah bulat tekadnya. Kondisi Ibunya sudah lemah sekali, Ibunya masih bisa bicara, tapi sudah pelan suaranya. Matanya menatap lamat-lamat wajah anaknya, dan tangannya menggapai2 pelan setiap ranting, daun yang mereka lewati.
Enam jam perjalanan, persis jam dua belas siang, tibalah Bambang di bagian hutan paling dalam, paling jauh. Dia meletakkan Ibunya ke dasar hutan yang lembab. Penuh lumut dan rumput. Pekerjaannya sudah selesai, saatnya Bambang pulang. Tidak perlu ada kata-kata perpisahan. Toh, ibunya tahu sekali tradisi ini. Itu resikonya menjadi tua tidak berguna.
Tapi hei, si Bambang terdiam, menelan ludah. Tidak, tentu saja bukan karena perasaan cemas atas nasib Ibunya yang membuat dia menelan ludah, melainkan dia baru menyadari: bagaimana dia bisa pulang, keluar dari hutan tersebut? Aduh, dia persis ada di tengah hutan lebat. Jarak ke gerbang hutan 20 kilometer lebih. Dia boleh jadi malah semakin tersesat ke puncak gunung?
"Tidak usah cemas, Nak." Terdengar suara pelan Ibunya.
Si Bambang menoleh Ibunya.
"Ibu sudah mematahkan ranting dan dedaunan sepanjang jalan kau kemari. Pulanglah anakku, kau bisa mengikuti jejak itu hingga gerbang hutan. Tinggalkan Ibu di sini. Tidak apa." Ibunya tersenyum, berlinang air mata di pipi, menatap anak semata wayangnya yang begitu gagah dan membanggakan.
Maka terdiamlah si Bambang.
Sungguh. Kasih sayang Ibu tidak pernah pudar. Sungguh, bahkan saat kita, anak2nya menyakiti, tidak peduli, bahkan tega 'membuangnya'. Lihatlah apa yang dilakukan Ibu Bambang, sepanjang perjalanan, itulah gunanya tangan lemah Ibunya menggapai2 sekitar. Bukan karena berontak, menolak dibuang, Ibunya justeru sedang menunaikan kasih sayang terakhir bagi anaknya, mematahkan ranting, merontookan dedaunan, membuat jejak. Memberikan si Bambang jalan pulang.
Tersebutlah seorang anak, kita sebut saja namanya Bambang. Dia anak semata wayang, dibesarkan penuh kasih sayang oleh Ibunya. Ayahnya meninggal saat Bambang masih kecil, maka repot betullah Ibunya mengasuh si Bambang ini. Apalagi pekerjaannya hanya pengumpul kayu bakar di tepi hutan lebat, sambil menanam kentang di lahan terbatas. Setiap musim salju datang, alamat tambah sulit hidup mereka (eh, anggap saja di Indonesia ada salju).
Tapi Ibu si Bambang sungguh wanita yang tangguh. Dia bertahan dari segala kesusahan hidup. Hari demi hari. Bulan demi bulan. Tahun demi tahun. Si Bambang kecil beranjak menjadi remaja. Kabar baiknya, si Bambang kecil ini jenius. Maka satu demi satu kesuksesan hadir di rumah sederhana itu. Si Bambang berhasil masuk sekolah terbaik, memperoleh beasiswa. Hingga akhirnya bisa kuliah tinggi. Bukan main. Dia kuliah di ibukota, di kampus paling top, dan juara pula.
Nah, persis saat Bambang mulai merengkuh sukses kisah hidupnya, kisah indah Ibunya ini mulai menikung tajam, meluncur turun ke bagian menyedihkan. Saat wisuda, saat Ibunya datang dari kampung, si Bambang malu sekali dengan teman2nya. Lihatlah, Ibunya berpakaian kumal, wajahnya keriput, tidak ada cantik2nya. Apalagi saat dia mengenalkan Ibunya ke teman wanita yang ditaksirnya, lebih malu lagi, sebenarnya kalau bisa memilih, ingin rasanya si Bambang menyuruh Ibunya tinggal di penginapan saja, tdk usah hadir di acara wisudanya. Belum lagi tingkah kikuk ibunya yang salah jalan, melintas di panggung, menganggu perayaan wisuda itu. Membuat orang berbisik-bisik,siapa orang tua kumuh itu?
Bertahun2 berlalu lagi, si Bambang mendapatkan pekerjaan bagus. Gajinya tinggi, bisa beli rumah, bisa beli mobil. Dan menurut pikiran si Bambang, dia semakin repot harus mengurus Ibunya. Bukankah dia sudah membangunkan rumah bagus di kampung buat ibunya? Sudah memberikan uang bulanan? Apalagi yang kurang? Hingga si Bambang menikah, berat hati si Bambang mengundang Ibunya ke kota, untuk menghadiri pesta pernikahan tersebut. Memperkenalkan Ibunya ke kolega, rekan kerja, ke atasan, dsbgnya. Bagaimana mungkin anak muda yang karirnya cemerlang punya Ibu merepotkan seperti ini? Siapa ibu tua yang barusaja kikuk menumpahkan air di tengah ruangan pesta.
Bertahun2 lagi berlalu, Ibunya mulai jatuh sakit2an. Maka semakin repot saja si Bambang bolak-balik pulang ke kampung. Lihatlah, Ibunya terbaring lemah tidak berdaya. Tidak produktif, tidak bisa bekerja. Hanya menjadi beban bagi banyak orang. Mengganggu kebahagian dia dan istrinya malah, juga pekerjaan, kesibukan--karena harus menghabiskan waktu untuk Ibunya. Kenapa ibunya nggak mengurus diri sendiri, sih? Merepotkan saja.
Si Bambang pendek pikiran, maka dia memutuskan untuk membuang Ibu-nya ke dalam hutan. Kita anggap saja, jaman itu, sudah menjadi tradisi, membuang orang tua yang tidak berguna lagi ke dalam hutan. Bahkan semua orang menganggapnya lumrah, daripada menambah beban ekonomi, memperlambat kemajuan, buang saja orang tua ke 'Ubasuteyama', gunung pembuangan nenek. Tidak ada yang salah dengan cara itu, toh? Di jaman modern besok lusa, orang2 juga mudah saja 'membuang' orang tua ke panti jompo, meninggalkannyasendirian di rumah, dsbgnya.
Di pagi hari yang sudah diputuskan Bambang, dia menggendong Ibunya, membawanya masuk ke dalam gerbang hutan. Melangkah pasti. Sudah bulat tekadnya. Kondisi Ibunya sudah lemah sekali, Ibunya masih bisa bicara, tapi sudah pelan suaranya. Matanya menatap lamat-lamat wajah anaknya, dan tangannya menggapai2 pelan setiap ranting, daun yang mereka lewati.
Enam jam perjalanan, persis jam dua belas siang, tibalah Bambang di bagian hutan paling dalam, paling jauh. Dia meletakkan Ibunya ke dasar hutan yang lembab. Penuh lumut dan rumput. Pekerjaannya sudah selesai, saatnya Bambang pulang. Tidak perlu ada kata-kata perpisahan. Toh, ibunya tahu sekali tradisi ini. Itu resikonya menjadi tua tidak berguna.
Tapi hei, si Bambang terdiam, menelan ludah. Tidak, tentu saja bukan karena perasaan cemas atas nasib Ibunya yang membuat dia menelan ludah, melainkan dia baru menyadari: bagaimana dia bisa pulang, keluar dari hutan tersebut? Aduh, dia persis ada di tengah hutan lebat. Jarak ke gerbang hutan 20 kilometer lebih. Dia boleh jadi malah semakin tersesat ke puncak gunung?
"Tidak usah cemas, Nak." Terdengar suara pelan Ibunya.
Si Bambang menoleh Ibunya.
"Ibu sudah mematahkan ranting dan dedaunan sepanjang jalan kau kemari. Pulanglah anakku, kau bisa mengikuti jejak itu hingga gerbang hutan. Tinggalkan Ibu di sini. Tidak apa." Ibunya tersenyum, berlinang air mata di pipi, menatap anak semata wayangnya yang begitu gagah dan membanggakan.
Maka terdiamlah si Bambang.
Sungguh. Kasih sayang Ibu tidak pernah pudar. Sungguh, bahkan saat kita, anak2nya menyakiti, tidak peduli, bahkan tega 'membuangnya'. Lihatlah apa yang dilakukan Ibu Bambang, sepanjang perjalanan, itulah gunanya tangan lemah Ibunya menggapai2 sekitar. Bukan karena berontak, menolak dibuang, Ibunya justeru sedang menunaikan kasih sayang terakhir bagi anaknya, mematahkan ranting, merontookan dedaunan, membuat jejak. Memberikan si Bambang jalan pulang.
KISAH MENYENTUH DAN MENGHARUKAN
Abu Zar al-Ghifari merupakan seorang sahabat
Nabi SAW yang terkenal dengan perbendaharaan ilmu pengetahuannya dan
kesholehannya. Ali RA berkata mengenai Abu Zar RA :
“Abu Zar ialah penyimpan jenis-jenis ilmu pengetahuan yang tidak dapat diperoleh dari orang lain. ” Ketika dia mulai mendengar khabar tentang kerasulan Nabi SAW, dia telah mengutus saudara lelakinya menyelidiki lebih lanjut mengenai orang yang mengaku menerima berita dari langit. Setelah puas menyelidiki, saudaranya pun melaporkan kepada Abu Zar bahwa Nabi Muhammad SAW itu seorang yang sopan santun dan baik budi pekertinya. Ayat-ayat yang dibacakan kepada manusia bukannya puisi dan bukan pula kata-kata ahli syair.
Laporan yang disampaikan itu masih belum memuaskan hati Abu Zar. Dia sendiri keluar utk. mencari kenyataan. Setibanya di Makkah, dia terus ke Baitul Haram. Pada waktu itu dia tidak kenal Nabi SAW, dan Melihat keadaan pada waktu itu dia merasa takut hendak bertanya mengenai Nabi SAW. Ketika menjelang malam, dia dilihat oleh Ali RA. Oleh karena ia seorang musafir, Ali terpaksa membawa Abu Zar ke rumahnya dan melayani Abu Zar sebaik-baiknya sebagai tamu. Ali tidak bertanya apa pun dan Abu Zar tidak pula memberitahu Ali tentang maksud kedatangannya ke Makkah. Pada keesokkan harinya, Abu Zar pergi sekali lagi ke Baitul Haram untuk mengetahui siapa dia Muhammad. Sekali lagi Abu Zar gagal menemui Nabi karena pada waktu itu orang-orang Islam sedang diganggu hebat oleh orang-orang kafir musyrikin. Pada malam yang keduanya, Ali membawa Abu Zar kerumahnya. Pada malam itu Ali bertanya :
“Saudara, apakah sebabnya saudara datang ke kota ini?”
Sebelum menjawab Abu Zar meminta Ali berjanji untuk berkata benar. Kemudian dia pun bertanya kepada Ali tentang Nabi SAW. Ali berkata: “Sesungguhnya dialah pesuruh Allah. Esok engkau ikut aku dan aku akan membawamu menemuinya. Tetapi awas, bencana yang buruk akan menimpa kamu kalau hubungan kita diketahui orang. Ketika berjalan esok, kalau aku dapati bahaya mengancam kita, aku akan berpisah agak jauh sedikit dari kamu dan berpura-pura membetulkan sepatuku Tetapi engkau terus berjalan supaya orang tidak Curiga hubungan kita. “
Pada keesokkan harinya, Ali pun membawa Abu Zar bertemu dgn. Nabi SAW. Tanpa banyak tanya jawab, dia telah memeluk agama Islam. Karena takut dia diapa-apakan oleh musuh, Nabi SAW menasehatkan supaya cepat-cepat balik dan jangan mengabarkanpengislamannya di khalayak ramai. Tetapi Abu Zar menjawab dengan berani “
“Ya Rasullulah, aku bersumpah dengan nama Allah yang jiwaku di dalam tanganNya, bahwa aku akan mengucap dua kalimah syahadah di hadapan kafir-kafir musyrikin itu. “
Janjinya kepada Rasulullah SAW ditepatinya. Selepas ia meninggalkan baginda, dia mengarah langkah kakinya ke Baitul Haram di mana dihadapan kaum musyrikin dan dengan suara lantang dia telah mengucapkan dua kalimah syahadah.
“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu pesuruh Allah. “
Tatkala mendengar ucapan Abu Zar itu, orang-orang kafir pun menyerbunya lalu memukulnya. Kalau tidak karena Abbas (Paman Nabi yang ketika itu belum Islam) tentulah Abu Zar menemui ajalnya disitu.
Kata Abbas kepada orang-orang kafir musyrikin yang menyerang Abu zar:
“Tahukah kamu siapa orang ini? Dia adalah turunan Al Ghifar. Khafilah-khafilah kita yang pulang pergi ke Syam terpaksa melalui perkampungan mereka. Kalaulah ia dibunuh, sudah tentu mereka menghalangi perniagaan kita dengan Syam. “
Pada hari berikutnya, Abu Zar sekali lagi mengucapkan dua kalimah syahadah dihadapan orang-orang kafir Quraisy dan pada kali ini juga ia telah diselamatkan oleh Abbas.
Kegairahan Abu Zar mengucapkan dua kalimah syahadah di hadapan kafir Quraisy sungguh-sungguh luar biasa jika dikaji dalam konteks larangan Nabi SAW kepadanya. Apakah dia bisa dituduh telah mengingkari perintah Nabi? Jawabannya-TIDAK. Dia tahu bahwa Nabi SAW sedang mengalami penderitaan yang berbentuk gangguan dalam usahanya ke arah menyebarkan agama Islam. Dia hanya hendak menunjukkan keislaman.
Nabi SAW walaupun ia mengetahui, dengan berbuat demikian dia melibatkan dirinya dalam bahaya. Semangat keislamannya yang beginilah yang telah menjadikan para sahabat mencapai puncak keimanan dalam alam lahiriyah serta batiniyah.
Keberanian Abu Zar ini selayaknya menjadi contoh kepada umat Islam dewasa ini dalam rangka usaha mereka menjalankan dakwah Islamiyah.
Kekejaman, penganiyaan serta penindasan tidak semestinya bisa melemahkan semangat mereka yang telah mengucapkan dua kalimah syahadah.
Sumber: ervakurniawan. wordpress.com
“Abu Zar ialah penyimpan jenis-jenis ilmu pengetahuan yang tidak dapat diperoleh dari orang lain. ” Ketika dia mulai mendengar khabar tentang kerasulan Nabi SAW, dia telah mengutus saudara lelakinya menyelidiki lebih lanjut mengenai orang yang mengaku menerima berita dari langit. Setelah puas menyelidiki, saudaranya pun melaporkan kepada Abu Zar bahwa Nabi Muhammad SAW itu seorang yang sopan santun dan baik budi pekertinya. Ayat-ayat yang dibacakan kepada manusia bukannya puisi dan bukan pula kata-kata ahli syair.
Laporan yang disampaikan itu masih belum memuaskan hati Abu Zar. Dia sendiri keluar utk. mencari kenyataan. Setibanya di Makkah, dia terus ke Baitul Haram. Pada waktu itu dia tidak kenal Nabi SAW, dan Melihat keadaan pada waktu itu dia merasa takut hendak bertanya mengenai Nabi SAW. Ketika menjelang malam, dia dilihat oleh Ali RA. Oleh karena ia seorang musafir, Ali terpaksa membawa Abu Zar ke rumahnya dan melayani Abu Zar sebaik-baiknya sebagai tamu. Ali tidak bertanya apa pun dan Abu Zar tidak pula memberitahu Ali tentang maksud kedatangannya ke Makkah. Pada keesokkan harinya, Abu Zar pergi sekali lagi ke Baitul Haram untuk mengetahui siapa dia Muhammad. Sekali lagi Abu Zar gagal menemui Nabi karena pada waktu itu orang-orang Islam sedang diganggu hebat oleh orang-orang kafir musyrikin. Pada malam yang keduanya, Ali membawa Abu Zar kerumahnya. Pada malam itu Ali bertanya :
“Saudara, apakah sebabnya saudara datang ke kota ini?”
Sebelum menjawab Abu Zar meminta Ali berjanji untuk berkata benar. Kemudian dia pun bertanya kepada Ali tentang Nabi SAW. Ali berkata: “Sesungguhnya dialah pesuruh Allah. Esok engkau ikut aku dan aku akan membawamu menemuinya. Tetapi awas, bencana yang buruk akan menimpa kamu kalau hubungan kita diketahui orang. Ketika berjalan esok, kalau aku dapati bahaya mengancam kita, aku akan berpisah agak jauh sedikit dari kamu dan berpura-pura membetulkan sepatuku Tetapi engkau terus berjalan supaya orang tidak Curiga hubungan kita. “
Pada keesokkan harinya, Ali pun membawa Abu Zar bertemu dgn. Nabi SAW. Tanpa banyak tanya jawab, dia telah memeluk agama Islam. Karena takut dia diapa-apakan oleh musuh, Nabi SAW menasehatkan supaya cepat-cepat balik dan jangan mengabarkanpengislamannya di khalayak ramai. Tetapi Abu Zar menjawab dengan berani “
“Ya Rasullulah, aku bersumpah dengan nama Allah yang jiwaku di dalam tanganNya, bahwa aku akan mengucap dua kalimah syahadah di hadapan kafir-kafir musyrikin itu. “
Janjinya kepada Rasulullah SAW ditepatinya. Selepas ia meninggalkan baginda, dia mengarah langkah kakinya ke Baitul Haram di mana dihadapan kaum musyrikin dan dengan suara lantang dia telah mengucapkan dua kalimah syahadah.
“Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu pesuruh Allah. “
Tatkala mendengar ucapan Abu Zar itu, orang-orang kafir pun menyerbunya lalu memukulnya. Kalau tidak karena Abbas (Paman Nabi yang ketika itu belum Islam) tentulah Abu Zar menemui ajalnya disitu.
Kata Abbas kepada orang-orang kafir musyrikin yang menyerang Abu zar:
“Tahukah kamu siapa orang ini? Dia adalah turunan Al Ghifar. Khafilah-khafilah kita yang pulang pergi ke Syam terpaksa melalui perkampungan mereka. Kalaulah ia dibunuh, sudah tentu mereka menghalangi perniagaan kita dengan Syam. “
Pada hari berikutnya, Abu Zar sekali lagi mengucapkan dua kalimah syahadah dihadapan orang-orang kafir Quraisy dan pada kali ini juga ia telah diselamatkan oleh Abbas.
Kegairahan Abu Zar mengucapkan dua kalimah syahadah di hadapan kafir Quraisy sungguh-sungguh luar biasa jika dikaji dalam konteks larangan Nabi SAW kepadanya. Apakah dia bisa dituduh telah mengingkari perintah Nabi? Jawabannya-TIDAK. Dia tahu bahwa Nabi SAW sedang mengalami penderitaan yang berbentuk gangguan dalam usahanya ke arah menyebarkan agama Islam. Dia hanya hendak menunjukkan keislaman.
Nabi SAW walaupun ia mengetahui, dengan berbuat demikian dia melibatkan dirinya dalam bahaya. Semangat keislamannya yang beginilah yang telah menjadikan para sahabat mencapai puncak keimanan dalam alam lahiriyah serta batiniyah.
Keberanian Abu Zar ini selayaknya menjadi contoh kepada umat Islam dewasa ini dalam rangka usaha mereka menjalankan dakwah Islamiyah.
Kekejaman, penganiyaan serta penindasan tidak semestinya bisa melemahkan semangat mereka yang telah mengucapkan dua kalimah syahadah.
Sumber: ervakurniawan. wordpress.com
KISAH MUALLAF
1. Cristiano Ronaldo merupakan simpatisan
Palestina, hal ini dibuktikannya dengan melelang sepatu emasnya untuk
disumbangkan ke anak-anak Palestina.
Cristiano Ronaldo, bintang 'Seleccao' yang dilabeli media barat memiliki sifat sombong tersebut ternyata mempunyai hati mulia. Mantan penggawa Manchester United (MU) itu memberikan sepatu emas yang diraihnya musim 2011 kepada lembaga amal klubnya. Hal itu dilakukan pemain berjuluk CR itu untuk membantu anak-anak Palestina.
Laman Qodsna pada akhir tahun lalu mengabarkan, lembaga amal Real Madrid melelang sepatu emas milik Ronaldo itu hingga
1,4 juta Euro (atau Rp16,77 Miliar). Uang hasil lelang itu disumbangkan untuk membangun beberapa sekolah yang hancur di sepanjang di Jalur Gaza.
2. Pada pertandingan Pra Piala Dunia, antara timnas Portugal vs 'Zionis' Israel, setelah pertandingan yang berakhir dengan skor imbang 3-3, CR7 menolak bertukar jersey dengan pemain Israel, meski sudah banyak yang mengajaknya.
3. Tidak mau menyebut negara Israel.
Menurut laporan Shabestan, wartawan televisi Aljazeera sempat bertanya kepada Ronaldo, Anda saat ini berada di tanah Israel atau Palestina? Bintang dunia asal Portugal ini menjawab,
"Saya berada di bumi Palestina."
Padahal diketahui, Portugal bertanding melawan Israel, di kandang Israel, pada Jumat (22/03) di pertandingan kualifikasi Piala Dunia Grup F.
4. Ronaldo kembali menyumbangkan uang senilai 100 ribu Euro (atau Rp1,39 Miliar) kepada korban perang Afghanistan pada Rabu (13/2).
Seperti dikutip R euters, Ronaldo menyumbangkan uang sebesar itu dengan mengatasnamakanUEFA dan diserahkan melalui International Commitee of the Red Cross (ICRC).
Uang itu nantinya akan digunakan untuk membantu
merehabilitasi warga Afghanistan yang kehilangan tubuh, karena terkena ledakan ranjau darat di negeri yang kerap terjadi peperangan tersebut. Aksi kepedulian ini merupakan kali kedua bagi pemain berjuluk CR7.
5. Tertulis Lafaz Allah di Kepalanya Cristiano Ronaldo tanda ia masuk Islam. Kejadian menarik ini berawal dari sikutan David Navarro yang mengenai pelipis Cristiano Ronaldo.
Kejadian itu terjadi pada menit ketiga hingga membuat CR7 harus memperoleh perawatan yang cukup serius karena pelipisnya terus mengeluarkan darah yang cukup banyak. Tim medis Real Madrid yang melihat kejadian tersebut tentunya tak tinggal diam.
Untuk memberikan pengobatan demi menghentikan darah sang pemain berdarah Portugal tersebut, tim medis pun membawa Ronaldo ke pinggir lapangan. Yang menarik, kamera televisi Aljazeera yang menyiarkan pertandingan itu menyoroti gaya model rambut Ronaldo ketika tengah menjalani perawatan di pinggir lapangan. Dan entah disengaja atau tidak, kamera televisi seketika langsung menyoroti potongan rambut sang Pemain Terbaik Dunia itu di mana ditemukan tulisan Arab berlafazkan Allah SWT.
6. Dukung Palestina, Cristiano Ronaldo Dikecam Israel. Berbeda dengan Barcelona yang memiliki kedekatan dengan Israel, Real Madrid malah memilih mendekat dengan Palestina. Tidak hanya ditunjukkan kebijakan klub, sikap pemain Los Blancos juga demikian.
7. Aksi Ronaldo sebagai bentuk kemanusiaan. Ia menunjukkan kepedulian dan solidaritasnya terhadap krisis Palestina dan warga Jalur Gaza. Ronaldo dikabarkan pernah langsung berkunjung ke tanah pendudukan Palestina pada 2007 dan 2005.
Disana dia disambut suka cita oleh warga Palestina dan mendapat pengawalan ketat. Namun, Ronaldo dikecam media yang pemiliknya, MU mendukung kebijakan pemerintah 'Zionis'.Seperti diketahui, saat itu CR7 masih berseragam Manchester United
Cristiano Ronaldo, bintang 'Seleccao' yang dilabeli media barat memiliki sifat sombong tersebut ternyata mempunyai hati mulia. Mantan penggawa Manchester United (MU) itu memberikan sepatu emas yang diraihnya musim 2011 kepada lembaga amal klubnya. Hal itu dilakukan pemain berjuluk CR itu untuk membantu anak-anak Palestina.
Laman Qodsna pada akhir tahun lalu mengabarkan, lembaga amal Real Madrid melelang sepatu emas milik Ronaldo itu hingga
1,4 juta Euro (atau Rp16,77 Miliar). Uang hasil lelang itu disumbangkan untuk membangun beberapa sekolah yang hancur di sepanjang di Jalur Gaza.
2. Pada pertandingan Pra Piala Dunia, antara timnas Portugal vs 'Zionis' Israel, setelah pertandingan yang berakhir dengan skor imbang 3-3, CR7 menolak bertukar jersey dengan pemain Israel, meski sudah banyak yang mengajaknya.
3. Tidak mau menyebut negara Israel.
Menurut laporan Shabestan, wartawan televisi Aljazeera sempat bertanya kepada Ronaldo, Anda saat ini berada di tanah Israel atau Palestina? Bintang dunia asal Portugal ini menjawab,
"Saya berada di bumi Palestina."
Padahal diketahui, Portugal bertanding melawan Israel, di kandang Israel, pada Jumat (22/03) di pertandingan kualifikasi Piala Dunia Grup F.
4. Ronaldo kembali menyumbangkan uang senilai 100 ribu Euro (atau Rp1,39 Miliar) kepada korban perang Afghanistan pada Rabu (13/2).
Seperti dikutip R euters, Ronaldo menyumbangkan uang sebesar itu dengan mengatasnamakanUEFA dan diserahkan melalui International Commitee of the Red Cross (ICRC).
Uang itu nantinya akan digunakan untuk membantu
merehabilitasi warga Afghanistan yang kehilangan tubuh, karena terkena ledakan ranjau darat di negeri yang kerap terjadi peperangan tersebut. Aksi kepedulian ini merupakan kali kedua bagi pemain berjuluk CR7.
5. Tertulis Lafaz Allah di Kepalanya Cristiano Ronaldo tanda ia masuk Islam. Kejadian menarik ini berawal dari sikutan David Navarro yang mengenai pelipis Cristiano Ronaldo.
Kejadian itu terjadi pada menit ketiga hingga membuat CR7 harus memperoleh perawatan yang cukup serius karena pelipisnya terus mengeluarkan darah yang cukup banyak. Tim medis Real Madrid yang melihat kejadian tersebut tentunya tak tinggal diam.
Untuk memberikan pengobatan demi menghentikan darah sang pemain berdarah Portugal tersebut, tim medis pun membawa Ronaldo ke pinggir lapangan. Yang menarik, kamera televisi Aljazeera yang menyiarkan pertandingan itu menyoroti gaya model rambut Ronaldo ketika tengah menjalani perawatan di pinggir lapangan. Dan entah disengaja atau tidak, kamera televisi seketika langsung menyoroti potongan rambut sang Pemain Terbaik Dunia itu di mana ditemukan tulisan Arab berlafazkan Allah SWT.
6. Dukung Palestina, Cristiano Ronaldo Dikecam Israel. Berbeda dengan Barcelona yang memiliki kedekatan dengan Israel, Real Madrid malah memilih mendekat dengan Palestina. Tidak hanya ditunjukkan kebijakan klub, sikap pemain Los Blancos juga demikian.
7. Aksi Ronaldo sebagai bentuk kemanusiaan. Ia menunjukkan kepedulian dan solidaritasnya terhadap krisis Palestina dan warga Jalur Gaza. Ronaldo dikabarkan pernah langsung berkunjung ke tanah pendudukan Palestina pada 2007 dan 2005.
Disana dia disambut suka cita oleh warga Palestina dan mendapat pengawalan ketat. Namun, Ronaldo dikecam media yang pemiliknya, MU mendukung kebijakan pemerintah 'Zionis'.Seperti diketahui, saat itu CR7 masih berseragam Manchester United
TOKOH MOTIVATOR
Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Di saat aku
berada di ruang mayat, seorang pemuda datang dengan tergopoh-gopoh. Ia
berkata, "Ya Doktor Khalid –semoga Allah memberimu kebaikan- ayahku
sedang sekarat, coba anda talqinkan ke-padanya dua kalimat syahadat."
Aku katakan, "Saya rasa kalian anak-anaknya lebih berhak mentalqinnya dari padaku dan lebih
memiliki rasa iba lebih dalam dari padaku semoga Allah memberkahi
kalian." Pemuda itu terus mendesakku dan ia katakan bahwa ini sudah
kesepakatan dan keinginan semua saudara-saudara-nya.
Kemudian
aku pergi bersamanya, lantas apa yang aku lihat? Seorang laki-laki
sedang terbujur kaku, detak jantungnya lemah, paru-parunya terhenti dan
dalam keadaan tidak sadar.
Dia sedang sekarat. Tekanan
da-rahnya sangat rendah, demikian pula denyut nadinya. Aku katakan, "Ya
fulan... ucapkan Asyhadu alla ilaha illallah." Lalu ia mengangkat
jarinya seraya mengucap-kan syahadat.
Anehnya, ketika ia
mengucapkan syahadat ter-sebut tekanan darahnya naik dari 130 sampai
dengan 140 dan denyut jantungnya naik dari 100 sampai dengan 110,
sampai-sampai seorang perawat merasa terkejut, cemas dan kagum dengan
apa yang terjadi.
Aku selalu mengingatkan perawat tersebut
tentang kejadian tadi. Aku katakan ini adalah hujah atasmu... dan akan
menjadi hujjahmu jika kamu masuk ke dalam Islam.
Kemudian
lelaki tersebut menoleh ke anak-anaknya yang shalih dan merupakan contoh
anak-anak yang berbakti dan menjaga ayahnya. Mereka bergantian menjaga
sang ayah malam dan siang dengan membagi enam hari sesuai dengan jumlah
mereka –semoga Allah memberi mereka taufik dan memperbaiki keadaan si
anak-.
Aku katakan kepada mereka, "Bacakanlah al-Qur'an
untuknya!" lalu mereka melaksanakannya –semoga Allah memberi mereka
kebaikan-. Demikianlah kondisi si ayah selama tiga hari dengan tekanan
darah 130-140 dan anak-anak terus membacakan al-Qur'an untuknya pagi dan
malam. Lalu si ayah pun meninggal.
Aku tanyakan kepada
anak-anaknya, "Apakah ayah kalian gemar membaca al-Qur'an?" Mereka jawab
bahwa ia mengkhatamkan al-Qur'an seminggu sekali dan terkadang lebih
dari sekali.
Semoga Allah merahmatinya dan mengumpulkan kita
semua di kampung yang mulia (surga). Dalam sebuah riwayat shahih dari
Abu Mush'ab (semoga Allah memberi husnul khatimah kepadanya, kepada
orang tuanya dan kepada kaum muslim) bahwa ia berkata,
"Ahlul Qur'an adalah Ahlullah dan orang-orang pilihan-Nya."
Wallahu a'lam bishshawab, ..
Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...
KISAH INSPIRATIF
Ketegasan prinsip Katolik yang dipegang wanita itu menggoyahkan Iman
Martono yang muslim, namun jarang melakukan ibadah sebagaimana layaknya
orang beragama Islam. Martono pun masuk Katolik, sekedar untuk bisa
menikahi Agnes. Tepat tanggal 17 Oktober 1982, mereka melaksanakan
pernikahan di Gereja Ignatius, Magelang, Jawa Tengah.
Usai
menikah, lalu menyelesaikan kuliahnya di Jogjakarta, Agnes beserta sang
suami berangkat ke Bandung, kemudian menetap di salah satu kompleks
perumahan di wilayah Timur kota kembang. Kebahagiaan terasa lengkap
menghiasi kehidupan keluarga ini dengan kehadiran tiga makhluk kecil
buah hati mereka, yakni: Adi, Icha dan Rio.
Di lingkungan
barunya, Agnes terlibat aktif sebagai jemaat Gereja Suryalaya, Buah
Batu, Bandung. Demikan pula Martono, sang suami. Selain juga aktif di
Gereja, Martono saat itu menduduki jabatan penting, sebagai kepala
Divisi Properti PT Telkom Cisanggarung, Bandung.
Karena
Ketaatan mereka memegang iman Katolik, pasangan ini bersama beberapa
sahabat se-iman, sengaja mengumpulkan dana dari tetangga sekitar yang
beragama Katolik. Mereka pun berhasil membeli sebuah rumah yang
‘disulap’ menjadi tempat ibadah (Gereja,red).
Uniknya, meski
sudah menjadi pemeluk ajaran Katolik, Martono tak melupakan kedua
orangtuanya yang beragama Islam. Sebagai manifestasi bakti dan cinta
pasangan ini, mereka memberangkatkan ayahanda dan ibundanya Martono ke
Mekkah, untuk menunaikan rukun Islam yang kelima.
Hidup
harmonis dan berkecukupan mewarnai sekian waktu hari-hari keluarga ini.
Sampai satu ketika, kegelisahan menggoncang keduanya. Syahdan, saat itu,
Rio, si bungsu yang sangat mereka sayangi jatuh sakit. Panas suhu badan
yang tak kunjung reda, membuat mereka segera melarikan Rio ke salah
satu rumah sakit Kristen terkenal di wilayah utara Bandung.
Di
rumah sakit, usai dilakukan diagnosa, dokter yang menangani saat itu
mengatakan bahwa Rio mengalami kelelahan. Akan tetapi Agnes masih saja
gelisah dan takut dengan kondisi anak kesayangannya yang tak kunjung
membaik.
Saat dipindahkan ke ruangan ICU, Rio, yang masih
terkulai lemah, meminta Martono, sang ayah, untuk memanggil ibundanya
yang tengah berada di luar ruangan. Martono pun keluar ruangan untuk
memberitahu Agnes ihwal permintaan putra bungsunya itu.
Namun, Agnes tak mau masuk ke dalam. Ia hanya mengatakan pada Martono, ”Saya sudah tahu.” Itu saja.
Martono heran. Ia pun kembali masuk ke ruangan dengan rasa penasaran yang masih menggelayut dalam benak.
Di dalam, Rio berucap, “Tapi udahlah, Papah aja, tidak apa-apa.”
“Papah, hidup ini hanya 1 centi. Di sana nggak ada batasnya,” lanjutnya.
Sontak, rasa takjub menyergap Martono. Ucapan bocah mungil buah hatinya
yang tengah terbaring lemah itu sungguh mengejutkan. Nasehat kebaikan
keluar dari mulutnya seperti orang dewasa yang mengerti agama.
Hingga sore menjelang, Rio kembali berujar, “Pah, Rio mau pulang!”
“Ya, kalau sudah sembuh nanti, kamu boleh pulang sama Papa dan Mama,” jawab Martono.
“Ngga, saya mau pulang sekarang. Papah, Mamah, Rio tunggu di pintu surga!” begitu, ucap Rio, setengah memaksa.
Belum hilang keterkejutan Martono, tiba-tiba ia mendengar ‘bisikan’
yang meminta dia untuk membimbing membacakan syahadat kepada anaknya. Ia
kaget dan bingung. Tapi perlahan Rio dituntun sang ayah, Martono,
membaca syahadat, hingga kedua mata anak bungsunya itu berlinang.
Martono hafal syahadat, karena sebelumnya adalah seorang Muslim.
Tak lama setelah itu ‘bisikan’ kedua terdengar, bahwa setelah adzan
Maghrib Rio akan dipanggil sang Pencipta. Meski tambah terkejut,
mendengar bisikan itu, Martono pasrah. Benar saja, 27 Juli 1999, persis
saat sayup-sayup adzan Maghrib, berkumandang Rio menghembuskan nafas
terakhirnya.
Tiba jenazah Rio di rumah duka, peristiwa aneh
lagi-lagi terjadi. Agnes yang masih sedih waktu itu seakan melihat Rio
menghampirinya dan berkata, “Mah saya tidak mau pakai baju jas mau minta
dibalut kain putih aja.”
Saran dari seorang pelayat Muslim,
bahwa itu adalah pertanda Rio ingin dishalatkan sebagaimana seorang
Muslim yang baru meninggal.
Setelah melalui diskusi dan
perdebatan diantara keluarga, jenazah Rio kemudian dibalut pakaian,
celana dan sepatu yang serba putih kemudian dishalatkan. Namun, karena
banyak pendapat dari keluarga yang tetap harus dimakamkan secara
Katolik, jenazah Rio pun akhirnya dimakamkan di Kerkov. Sebuah tempat
pemakaman khusus Katolik, di Cimahi, Bandung.
Sepeninggal Rio ...
Sepeninggal anaknya, Agnes sering berdiam diri. Satu hari, ia mendengar
bisikan ghaib tentang rumah dan mobil. Bisikan itu berucap, “Rumah
adalah rumah Tuhan dan mobil adalah kendaraan menuju Tuhan.”
Pada saat itu juga Agnes langsung teringat ucapan mendiang Rio semasa TK
dulu, ”Mah, Mbok Atik nanti mau saya belikan rumah dan mobil!” Mbok
Atik adalah seorang muslimah yang bertugas merawat Rio di rumah.
Saat itu Agnes menimpali celoteh si bungsu sambil tersenyum, “Kok Mamah ga dikasih?”
“Mamah kan nanti punya sendiri” jawab Rio, singkat.
Entah mengapa, setelah mendengar bisikan itu, Agnes meminta suaminya
untuk mengecek ongkos haji waktu itu. Setelah dicek, dana yang
dibutuhkan Rp. 17.850.000.
Dan yang lebih mengherankan, ketika
uang duka dibuka, ternyata jumlah totalnya persis senilai Rp
17.850.000, tidak lebih atau kurang sesenpun. Hal ini diartikan Agnes
sebagai amanat dari Rio untuk menghajikan Mbok Atik, wanita yang
sehari-hari merawat Rio di rumah.
Singkat cerita, di tanah
suci, Mekkah, Mbok Atik menghubungi Agnes via telepon. Sambil menangis
ia menceritakan bahwa di Mekkah ia bertemu Rio. Si bungsu yang baru saja
meninggalkan alam dunia itu berpesan, “Kepergian Rio tak usah terlalu
dipikirkan. Rio sangat bahagia disini. Kalo Mama kangen, berdoa saja.”
Namun, pesan itu tak lantas membuat Agnes tenang. Bahkan Agnes
mengalami depresi cukup berat, hingga harus mendapatkan bimbingan dari
seorang Psikolog selama 6 bulan.
Satu malam saat tertidur,
Agnes dibangunkan oleh suara pria yang berkata, “Buka Alquran surat
Yunus!”. Namun, setelah mencari tahu tentang surat Yunus, tak ada
seorang pun temannya yang beragama Islam mengerti kandungan makna di
dalamnya. Bahkan setelah mendapatkan Al Quran dari sepupunya, dan
membacanya berulang-ulang pun, Agnes tetap tak mendapat jawaban.
“Mau Tuhan apa sih?!” protesnya setengah berteriak, sembari menangis
tersungkur ke lantai. Dinginnya lantai membuat hatinya berangsur tenang,
dan spontan berucap, “Astaghfirullah…”
Tak lama kemudian,
akhirnya Agnes menemukan jawabannya sendiri di surat Yunus ayat 49:
“Katakan tiap-tiap umat mempunyai ajal. Jika datang ajal, maka mereka
tidak dapat mengundurkannya dan tidak (pula) mendahulukannya”.
Beberapa kejadian aneh yang dialami sepeninggal Rio, membuat Agnes
berusaha mempelajari Islam lewat beberapa buku. Hingga akhirnya wanita
penganut Katolik taat ini berkata, “Ya Allah, terimalah saya sebagai
orang Islam, saya tidak mau di-Islamkan oleh orang lain!”.
Setelah memeluk Islam, Agnes secara sembunyi-sembunyi melakukan shalat.
Sementara itu, Martono, suaminya, masih rajin pergi ke gereja. Setiap
kali diajak ke gereja Agnes selalu menolak dengan berbagai alasan.
Sampai suatu malam, Martono terbangun karena mendengar isak tangis
seorang perempuan. Ketika berusaha mencari sumber suara, betapa kagetnya
Martono saat melihat istri tercintanya, Agnes, tengah bersujud dengan
menggunakan jaket, celana panjang dan syal yang menutupi aurat tubuhnya.
“Lho kok Mamah shalat,” tanya Martono.
“Maafkan saya, Pah. Saya duluan, Papah saya tinggalkan,” jawab Agnes lirih.
Ia pasrah akan segala resiko yang harus ditanggung, bahkan perceraian sekalipun.
Martono pun Akhirnya Kembali ke Islam ...
Sejak keputusan sang istri memeluk Islam, Martono seperti berada di
persimpangan. Satu hari, 17 Agustus 2000, Agnes mengantar Adi, putra
pertamanya untuk mengikuti lomba adzan yang diadakan panitia Agustus-an
di lingkungan tempat mereka tinggal.
Adi sendiri tiba-tiba
tertarik untuk mengikuti lomba adzan beberapa hari sebelumnya, meski ia
masih Katolik dan berstatus sebagai pelajar di SMA Santa Maria, Bandung.
Martono sebetulnya juga diajak ke arena perlombaan, namun menolak
dengan alasan harus mengikuti upacara di kantor.
Di tempat
lomba yang diikuti 33 peserta itu, Gangsa Raharjo, Psikolog Agnes,
berpesan kepada Adi, “Niatkan suara adzan bukan hanya untuk orang yang
ada di sekitarmu, tetapi niatkan untuk semesta alam!” ujarnya.
Hasilnya, suara Adzan Adi yang lepas nan merdu, mengalun syahdu,
mengundang keheningan dan kekhusyukan siapapun yang mendengar. Hingga
bulir-bulir air mata pun mengalir tak terbendung, basahi pipi sang
Ibunda tercinta yang larut dalam haru dan bahagia. Tak pelak, panitia
pun menobatkan Adi sebagai juara pertama, menyisihkan 33 peserta
lainnya.
Usai lomba Agnes dan Adi bersegera pulang. Tiba di
rumah, kejutan lain tengah menanti mereka. Saat baru saja membuka pintu
kamar, Agnes terkejut melihat Martono, sang suami, tengah melaksanakan
shalat. Ia pun spontan terkulai lemah di hadapan suaminya itu. Selesai
shalat, Martono langsung meraih sang istri dan mendekapnya erat.
Sambil berderai air mata, ia berucap lirih, “Mah, sekarang Papah sudah masuk Islam.”
Mengetahui hal itu, Adi dan Icha, putra-putri mereka pun mengikuti jejak ayah dan ibunya, memeluk Islam.
Perjalanan panjang yang sungguh mengharu biru. Keluarga ini pun
akhirnya memulai babak baru sebagai penganut Muslim yang taat. Hingga
kini, esok, dan sampai akhir zaman. Insya Allah.
- (Profil Bapak Martono dan Ibu Agnes juga bisa disimak di Situs Pondok Pesantren Baitul Hidayat (http://baitulhidayah.org/profil-pewakaf/) yang merupakan wakaf dari mereka berdua) -
@ Keterangan photo : bapa martono dan ibu agnes ..
By : Muhammad Yasin
Dierbitkan oleh Tabloid Alhikmah edisi 32
Wallahu a'lam bishshawab, ..
#Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ....
KISAH MUALLAF - KISAH NYATA
Langganan:
Postingan (Atom)

