Meskipun ringan dilaksanakan bagi yang sudah
terbiasa, namun nilai ibadah dzikrullah sangatlah tinggi dan istimewa,
serta besar dan berlipat-ganda pahala juga balasannya di sisi Allah.
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya dzikir mengingat Allah (dalam shalat dan lainnya) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain), dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-’Ankabuut: 45).
Dari Abu Hurairah dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: ‘Sesungguhnya membaca dzikir: Subhaanallah, al-hamdu lillah, laa ilaaha illallah, dan Allahu akbar, adalah lebih aku cintai daripada semua yang terkena oleh sinar matahari.(maksudnya bumi seisinya)” (HR. Muslim).
Seperti misalnya dzikir tasbih, tahmid, tahlil, takbir, dan lain-lain, adalah dzikir-dzikir dengan nilai pahala sedekah yang sangat tinggi dan luar biasa sekali.
Dari Abu Dzar bahwa beberapa orang dari sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada beliau, “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah menguasai dan mendominasi seluruh pahala. Mereka shalat seperti kami shalat dan puasa seperti kami puasa, namun (selain itu) mereka bisa bersedekah dengan sisa harta mereka (sementara kami yang miskin tidak bisa)” Maka beliau pun bersabda: “Bukankah Allah telah menjadikan berbagai macam cara bagi kalian untuk bisa bersedekah pula (seperti mereka)? Setiap kalimat tasbih adalah sedekah, setiap kalimat takbir adalah sedekah, setiap kalimat tahmid adalah sedekah, setiap kalimat tahlil adalah sedekah, ber-amar bilma’ruf adalah sedekah, ber-nahi ‘anil munkar adalah sedekah, bahkan pada aktivitas hubungan suami istri seorang dari kalian pun terdapat nilai sedekah.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, ketika salah seorang diantara kami menyalurkan nafsu syahwatnya, apakah juga akan mendapatkan pahala?” Beliau menjawab: “Bagaimana sekiranya ia melampiaskannya secara haram, bukankah berdosa? Begitupun sebaliknya, bila ia melampiaskannya secara halal, maka tentu iapun akan mendapatkan pahala.” (HR. Muslim).
Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Ada dua kalimat yang ringan di lisan, berat dalam timbangan, dan disukai oleh Allah Dzat Ar- Rahman yaitu: Subhaanallahil-’adziim dan Subhanallah wabihamdihi.” (HR. Muttafaq ‘alaih).
Maka, mari tak henti selalu berdzikir sebanyak-banyaknya, dengan dzikir-dzikir pujian, pengagungan dan pentauhidan! Agar hidup ini tetap bermakna dan bernilai, dan agar kita tidak tergabung dalam komunitas orang-orang yang “mati” dalam hidup, atau yang hidup tapi “mati”!
Oleh:Ustadz Ahmad Mudzoffar Jufri, MA
www.Inspirasiislami.com
Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya dzikir mengingat Allah (dalam shalat dan lainnya) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain), dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al-’Ankabuut: 45).
Dari Abu Hurairah dia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: ‘Sesungguhnya membaca dzikir: Subhaanallah, al-hamdu lillah, laa ilaaha illallah, dan Allahu akbar, adalah lebih aku cintai daripada semua yang terkena oleh sinar matahari.(maksudnya bumi seisinya)” (HR. Muslim).
Seperti misalnya dzikir tasbih, tahmid, tahlil, takbir, dan lain-lain, adalah dzikir-dzikir dengan nilai pahala sedekah yang sangat tinggi dan luar biasa sekali.
Dari Abu Dzar bahwa beberapa orang dari sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada beliau, “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah menguasai dan mendominasi seluruh pahala. Mereka shalat seperti kami shalat dan puasa seperti kami puasa, namun (selain itu) mereka bisa bersedekah dengan sisa harta mereka (sementara kami yang miskin tidak bisa)” Maka beliau pun bersabda: “Bukankah Allah telah menjadikan berbagai macam cara bagi kalian untuk bisa bersedekah pula (seperti mereka)? Setiap kalimat tasbih adalah sedekah, setiap kalimat takbir adalah sedekah, setiap kalimat tahmid adalah sedekah, setiap kalimat tahlil adalah sedekah, ber-amar bilma’ruf adalah sedekah, ber-nahi ‘anil munkar adalah sedekah, bahkan pada aktivitas hubungan suami istri seorang dari kalian pun terdapat nilai sedekah.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, ketika salah seorang diantara kami menyalurkan nafsu syahwatnya, apakah juga akan mendapatkan pahala?” Beliau menjawab: “Bagaimana sekiranya ia melampiaskannya secara haram, bukankah berdosa? Begitupun sebaliknya, bila ia melampiaskannya secara halal, maka tentu iapun akan mendapatkan pahala.” (HR. Muslim).
Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Ada dua kalimat yang ringan di lisan, berat dalam timbangan, dan disukai oleh Allah Dzat Ar- Rahman yaitu: Subhaanallahil-’adziim dan Subhanallah wabihamdihi.” (HR. Muttafaq ‘alaih).
Maka, mari tak henti selalu berdzikir sebanyak-banyaknya, dengan dzikir-dzikir pujian, pengagungan dan pentauhidan! Agar hidup ini tetap bermakna dan bernilai, dan agar kita tidak tergabung dalam komunitas orang-orang yang “mati” dalam hidup, atau yang hidup tapi “mati”!
Oleh:Ustadz Ahmad Mudzoffar Jufri, MA
www.Inspirasiislami.com

Tidak ada komentar