Assalamu'alaiku m.. wr.wb.
1. Makna ”Allah”:
Secara etimologi, lafaz ”Allah” berasal dari kata: ﻪــﻟﺇ (i-la-h),
artinya: ”yang disembah.”
Ketika lafaz ”ﻪــﻟﺇ” (i-la-h) dimasuki huruf ”ma’rifah” alif dan lam ﻝﺍ
(al), maka huruf hamzah ﺇ (i) dibuang untuk mempermudah
pengucapan.
Dari sini lafaz ”ﻪــﻟﺇ” (i-la-h) pun menjadi
”ﻪــﻠﻟﺍ” (Allah). (Kamu Mukhtar Ash-Shahhah, Zainuddin Ar-
Razy).
Untuk diketahui, ”ma’rifah” dalam bahasa Arab adalah istilah yang
digunakan untuk nama yang khusus/ tertentu. Kebalikannya adalah
”nakirah” (umum).
2. Makna ”SWT”:
”SWT” adalah singkatan dari dua sifat Allah, yaitu ”Subhanahu wa
Ta’ala.” Rincian maknanya adalah:
S = Subhanahu , artinya: Yang Mahasuci
w = wa , artinya: dan
T = Ta’ala , artinya: Yang Mahatinggi, Mahamulia.
3. Makna ”Allah SWT”:
Dari penjelasan nomor 1 dan 2, dapat disimpulkan bahwa
makna”Allah SWT” adalah: Allah (Tuhan)yang Mahasuci dan
Mahatinggi .
Sebenarnya, SWT (Subhanahu waTa’ala) bukan satu-satunya lafaz
yang disertakan oleh ummat Islam setelah lafaz ”Allah”.
Masih banyak lagi lafaz-lafaz lain, antaralain:
- ’Azza wa Jalla => Allah ’Azza wa Jalla
- Jalla Jalaluh => Allah Jalla Jalaluh
- Tabaroka wa Ta’ala => Allah Tabaroka wa Ta’ala
Semua lafaz tersebut adalah sifat-sifat kemuliaan dan keagungan Allah SWT.
Perlu diperhatikan , meski pun secara bahasa lafaz ”Allah” berarti
”Tuhan”, sebagai seorang muslim kita harus tetap meyakini bahwa ”Allah” adalah nama bagi”Zat” Tuhan Pencipta dan Pengatur alam semesta ini.
Sebab Al-Qur’an sendiri – yang notabenenya wahyu Tuhan –
menegaskan bahwa ”Allah” adalah nama bagi Tuhan Pencipta dan Penguasa jagad raya ini .
Demikian juga dalam hadits-hadits
Rasulullah Muhammad saw.
Wallahu a’lam.
1. Makna ”Allah”:
Secara etimologi, lafaz ”Allah” berasal dari kata: ﻪــﻟﺇ (i-la-h),
artinya: ”yang disembah.”
Ketika lafaz ”ﻪــﻟﺇ” (i-la-h) dimasuki huruf ”ma’rifah” alif dan lam ﻝﺍ
(al), maka huruf hamzah ﺇ (i) dibuang untuk mempermudah
pengucapan.
Dari sini lafaz ”ﻪــﻟﺇ” (i-la-h) pun menjadi
”ﻪــﻠﻟﺍ” (Allah). (Kamu Mukhtar Ash-Shahhah, Zainuddin Ar-
Razy).
Untuk diketahui, ”ma’rifah” dalam bahasa Arab adalah istilah yang
digunakan untuk nama yang khusus/ tertentu. Kebalikannya adalah
”nakirah” (umum).
2. Makna ”SWT”:
”SWT” adalah singkatan dari dua sifat Allah, yaitu ”Subhanahu wa
Ta’ala.” Rincian maknanya adalah:
S = Subhanahu , artinya: Yang Mahasuci
w = wa , artinya: dan
T = Ta’ala , artinya: Yang Mahatinggi, Mahamulia.
3. Makna ”Allah SWT”:
Dari penjelasan nomor 1 dan 2, dapat disimpulkan bahwa
makna”Allah SWT” adalah: Allah (Tuhan)yang Mahasuci dan
Mahatinggi .
Sebenarnya, SWT (Subhanahu waTa’ala) bukan satu-satunya lafaz
yang disertakan oleh ummat Islam setelah lafaz ”Allah”.
Masih banyak lagi lafaz-lafaz lain, antaralain:
- ’Azza wa Jalla => Allah ’Azza wa Jalla
- Jalla Jalaluh => Allah Jalla Jalaluh
- Tabaroka wa Ta’ala => Allah Tabaroka wa Ta’ala
Semua lafaz tersebut adalah sifat-sifat kemuliaan dan keagungan Allah SWT.
Perlu diperhatikan , meski pun secara bahasa lafaz ”Allah” berarti
”Tuhan”, sebagai seorang muslim kita harus tetap meyakini bahwa ”Allah” adalah nama bagi”Zat” Tuhan Pencipta dan Pengatur alam semesta ini.
Sebab Al-Qur’an sendiri – yang notabenenya wahyu Tuhan –
menegaskan bahwa ”Allah” adalah nama bagi Tuhan Pencipta dan Penguasa jagad raya ini .
Demikian juga dalam hadits-hadits
Rasulullah Muhammad saw.
Wallahu a’lam.

Tidak ada komentar