Bismillahir-Rahmaanir-Rahim. Sudah
berkali-kali, saat adzan berkumandang, pasti terparkir sebuah motor,
dengan gerobak baso diatasnya. disebuah pelataran mesjid, dikomplek
tempat tinggalku.
Hingga suatu
saat, setelah sholat Magrib, aku coba menyapanya. saat itu lagi hujan
besar, pasti nikmat, sambil menyantap baso hangat-hangat..
Mulai jam berapa keluar mas …. tanyaku, saya keluar habis zuhur, kata si
abang baso, sebut saja mas Amin. dia berkeliling hingga setelah isya …
dari obrolan panjang, tersyirat … kata2 yang sebenarnya sudah lama
terpatri dalam hatiku …
” SAYA DAGANG BASO, UNTUK ISI WAKTU
SAJA AGAR TAK SIA-SIA SAMBIL IKHTIAR CARI NAFKAH PAK ....., YANG
UTAMANYA SAMBIL MENUNGGU WAKTU SHOLAT ”. Subhanallah, jadi Panggilan
Allah SWT ( Adzan/Waktu Sholat ) adalah Momen Terbaik dan Tertinggi
diatas segala aktifitas duniawi kita.
Disuatu kesempatan, saat
adzan Isya, kembali aku temukan … sebuah peristiwa yg mengharukan, saat
Tukang baso ini dikerumuni calon pembeli … dengan santunnya dia berucap …
maaf sudah Adzan isya’ saya tinggal dulu ke mesjid ya … dan dengan
langkah pasti, dia Tinggalkan kerumunan pembeli it u… melaju mantap ke
rumah Allah …
Sahabat, di Tangan Allahlah segala bentuk
kekayaan, yang dibagikan kepada seluruh makhluk hanyalah setetes air
ditengah luasnya samudera, mengapa kita harus takut kehilangan kekayaan
yang tak seberapa untuk sejenak memenuhi panggilanNYA ?
haruskah
panggilan dari Dzat yang memenuhi segala kebutuhan kita, kita akhirkan
karena adanya peluang yang mungkin tidak akan datang lagi, lalu siapakah
yang menciptakan WAKTU dan Peluang itu sendiri ? jangankan sebuah
Peluang, JATAH HIDUP kita saja bisa dicabut kapan saja kalau Allah SWT
mau.
“Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah
bersama orang-orang yang ruku’ (dalam keadaan berjamaah).” (Al Baqoroh:
43).
Baginda Rosulullah telah bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku
yang ada di tangan-Nya, ingin kiranya aku memerintahkan orang-orang
untuk mengumpulkan kayu bakar, kemudian aku perintahkan mereka untuk
menegakkan sholat yang telah dikumandangkan adzannya, lalu aku
memerintahkan salah seorang untuk menjadi imam, lalu aku menuju
orang-orang yang tidak mengikuti sholat jama’ah, kemudian aku bakar
rumah-rumah mereka.” (HR. Bukhori)
Dari Abi Hurairah ra berkata
bahwa Rasulullah SAW didatangi oleh seorang laki-laki yang buta dan
berkata, “Ya Rasulullah, tidak ada orang yang menuntunku ke masjid.
Rasulullah SAW berkata untuk memberikan keringanan untuknya. Ketika
sudah berlalu, Rasulullah SAW memanggilnya dan bertanya, `Apakah kamu
dengar azan shalat?`. `Ya`, jawabnya. `Datangilah, kata Rasulullah SAW.
(HR Muslim 1/452)
Sahabat besar Ibnu Mas’ud rodhiyallohu’anhu
berkata tentang orang-orang yang tidak hadir dalam sholat jama’ah:
“Telah kami saksikan (pada zaman kami), bahwa tidak ada orang yang
meninggalkan sholat berjama’ah kecuali orang munafik yang telah
diketahui kemunafikannya atau orang yang sakit”.
Wah … masa
harus meninggalkan kantor atau rumah setiap kali waktu sholat tiba,
bukankah salah satu ruang kantor atau rumah kita bisa kita jadikan
Masjid untuk berjama’ah bersama para karyawan lain atau seluruh anggota
keluarga ? Ajaran Islam tidak pernah mempersulit pengikutnya untuk
melaksanakan ketaatan dan kepatuhan terhadap Allah SWT. selalu ada JALAN
MUDAH untuk yang ingin TAAT ATURAN Allah SWT.
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ..
Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...

Tidak ada komentar