Ali bin Abi Thalib berkata:
Sesungguhnya aku melihat kepada besi, maka aku dapati dia adalah tentara Allah Ta'ala yang paling besar, kemudian aku perhatikan api maka aku dapati dia melelehkan besi, aku berkata api adalah tentara Allah Ta'ala yang paling besar, kemudian aku melihat kepada air, maka aku dapati dia memadamkan api, aku berkata air adalah tentara Allah Ta'ala yang paling besar,
kemudian aku melihat kepada awan, maka aku dapati dia membawa air, aku berkata awan adalah tentara Allah Ta'ala yang paling besar, kemudian aku melihat kepada angin, maka aku dapati dia mengendalikan awan, aku berkata angin adalah tentara Allah Ta'ala yang paling besar, kemudian aku melihat kepada gunung, aku dapati dia memalingkan angin, aku berkata angin adalah tentara Allah Ta'ala yang paling besar,
kemudian aku melihat kepada manusia, maka aku mendapatinya berdiri diatas gunung dan melubanginya, aku berkata manusia adalah tentara Allah Ta'ala yang paling besar, kemudian aku melihat kepada apa yang membaringkan manusia, maka aku dapati dia adalah tidur, aku berkata tidur adalah tentara Allah Ta'ala yang paling besar, kemudian aku dapati apa yang menghilangkan tidur, maka aku dapati dia adalah kesedihan dan kedukaan, aku berkata kesedihan dan kedukaan adalah tentara Allah Ta'ala yang paling besar,
kemudian aku perhatikan, maka aku temukan bahwasanya kedukaan dan kesedihan itu tempatnya dihati, aku katakan hati adalah tentara Allah Ta'ala yang paling besar, dan aku temukan hati ini tidak tenang kecuali dengan dzikir kepada Allah Ta'ala, maka aku katakan tentara Allah Ta'ala yang paling besar adalah Dzikrullah.
“Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka tenang dengan mengingat Allah Ta'ala, bukankah dengan mengingat Allah Ta'ala hati menjadi tenang”. Maka janganlah engkau melupakan dzikir kepada Allah Ta'ala.
Sesungguhnya aku melihat kepada besi, maka aku dapati dia adalah tentara Allah Ta'ala yang paling besar, kemudian aku perhatikan api maka aku dapati dia melelehkan besi, aku berkata api adalah tentara Allah Ta'ala yang paling besar, kemudian aku melihat kepada air, maka aku dapati dia memadamkan api, aku berkata air adalah tentara Allah Ta'ala yang paling besar,
kemudian aku melihat kepada awan, maka aku dapati dia membawa air, aku berkata awan adalah tentara Allah Ta'ala yang paling besar, kemudian aku melihat kepada angin, maka aku dapati dia mengendalikan awan, aku berkata angin adalah tentara Allah Ta'ala yang paling besar, kemudian aku melihat kepada gunung, aku dapati dia memalingkan angin, aku berkata angin adalah tentara Allah Ta'ala yang paling besar,
kemudian aku melihat kepada manusia, maka aku mendapatinya berdiri diatas gunung dan melubanginya, aku berkata manusia adalah tentara Allah Ta'ala yang paling besar, kemudian aku melihat kepada apa yang membaringkan manusia, maka aku dapati dia adalah tidur, aku berkata tidur adalah tentara Allah Ta'ala yang paling besar, kemudian aku dapati apa yang menghilangkan tidur, maka aku dapati dia adalah kesedihan dan kedukaan, aku berkata kesedihan dan kedukaan adalah tentara Allah Ta'ala yang paling besar,
kemudian aku perhatikan, maka aku temukan bahwasanya kedukaan dan kesedihan itu tempatnya dihati, aku katakan hati adalah tentara Allah Ta'ala yang paling besar, dan aku temukan hati ini tidak tenang kecuali dengan dzikir kepada Allah Ta'ala, maka aku katakan tentara Allah Ta'ala yang paling besar adalah Dzikrullah.
“Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka tenang dengan mengingat Allah Ta'ala, bukankah dengan mengingat Allah Ta'ala hati menjadi tenang”. Maka janganlah engkau melupakan dzikir kepada Allah Ta'ala.

Tidak ada komentar